Home Hiburan Kemajuan Film Indonesia Butuh Campur Tangan Pemerintah

Kemajuan Film Indonesia Butuh Campur Tangan Pemerintah

814
Workshop film

Semarang, 8/4 (BeritaJateng.net) – Dunia film dan sinetron di Indonesia kini sudah mulai berkembang meski dilayar televisi masih ditemui film dari luar negeri seperti film India, untuk memajukan film Indonesia dibutuhkan peran Pemerintah terutama Kemendikbud.

Hal tersebut disampaikan oleh Sutradara dan Produser film nasional, Aditya Gumay dalam acara Workshop bagaimana cara memproduksi film dan sinetron, di gedung Rimba Graha bahwa film Indonesia sudah bagus, namun masih kalah dengan India.

“Memang  film kita sudah lumayan bagus, tapi masih kalah dengan India kenapa karena peran serta dari pemerintah sangat kurang,” ucapnya.

Lanjutnya, banyaknya film dan sinetorn India yang masuk ke layar kaca Indonesia karena kekuatan jalan cerita yang sangat besar sehingga perlu ditiru oleh insane perfilman local. Aditya Gumay mecontohkan film Harry Potter yang diangkat dari buku karya J.K Rowling, film tersebut mempunyai konsep dan ide yang sangat kuat.

“Padahal J.K Rowling dulunya seorang ibu rumah tangga dan iseng menulis, namun apa yang ia tulis konsepnya sangat kuat dan berkarakter hingga bisa menjadi film yang besar,” terangnya.

Menurutnya, bahwa film yang baik dan bagus 70 persen berasal dari jalan cerita dan scenario, sisanya adalah tugas dari sutradara yang mengangkat atau mengemas sesuai konsep yang ditulis oleh pembuat scenario.

“Kreatifitas adalah kunci utama, kalau film local sebut saja Laskar Pelangi yang bisa sukses. Padahal idenya muluk-muluk karna mengangkat kekuatan local,” tuturnya saat mengisi workshop.

Selanjutnya, perkembangan film sendiri menurutnya sangat biasa,  dalam penganugerahan film di Indonesia pembuatan film horror kini sangat bekurang. Bahkan secara tematik dan konsep sangat beragam.

“Tentunya sineas muda harus digandeng agar bisa lebih berkarya dan maju, perlu ada peran pemerintah yang memberikan workshop atau pelatihan. Minimal ada sinergi yang harmonis lah, tujuannya agar film Indonesia bisa jadi tuan di rumah sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Nilai Budaya Seni dan Film(NBSF) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Mulyono mengatakan jika dinas saat ini berusaha menggenjot kompetensi sumber daya manusia maupun praktisi bagi sineas yanga da di Jateng, dengan menggelar berbagai festival atau lomba film.

“Kebanyakan pesertanya dari sekolah, kita juga akan genjot dengan pelatihan-pelatihan yang tahun ini rencananya akan diadakan tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan jika peluang kerja didunia film sangat besar, apalagi saat ini banyak komunitas film atau sekolah yang menyediakan ekstra kulikuler film. Ia berharap jika nanti kedepan tentang pembuatan film bisa dimasukkan kedalam kurikulum.

“Kalau sejak dini sudah dilatih, pasti setelah lulus akan punya skill yang mumpuni kalau saja film bisa masuk dalam kurikulum,” jelasnya.(BJ06)

Advertisements