Home Headline Kejati Tahan Bos Cv Yudha Perkasa

Kejati Tahan Bos Cv Yudha Perkasa

◾Kasus Korupsi Pasar Kliwon

image

Semarang,14/4 (Beritajateng.net) – Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati) menahan tersangka kasus korupsi pembangunan Pasar Kliwon Tahun 2002 Aloysius Sunaryo Hardjono, Selasa (14/4).

Sunaryo merupakan Direktur CV Yudha Perkasa Consultant Pengawas dalam pembangunan Pasar Kliwon Temanggung. Penetapan tersangka Sunaryo, hasil dari pengembangan dari perkara atas nama Budi Suwarno yang berdasarkan putusan PN Temanggung nomer 185/pid.B/2010/PN.tmg tanggal 06 Mei 2010. 

“Penahanan Sunaryo  Hardjono merupakan pengembangan dari tersangka Budi Suwarno, dalam pembangunan Pasar Kliwon Temanggung yang perkaranya telah diputus Pengadilan Negeri Temanggung pada tahun 2010,”kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Hartadi, Selasa (14/4).

Pokok inti putusan tersebut, menyatakan Budi Suwarno selaku pimpinan proyek pembangunan Pasar Kliwon Kabupaten Temanggung tahun2002-2003 telah bekerjasama dengan kontraktor pelaksanaan PT Waskita Karya dan Konsultan Pengawas CV Yudha Perkasa dengan melegalkan pengeluaran uang yang bersumber dari APBD untuk kegiatan pembangunan Pasar Kliwon yang menyimpang ketentuan yang berlaku.

“Dia telah merugikan negara dengan menggunakan dana dari APBD,” tambah Hartadi. 

Sunaryo dan Budi Suwarno, kata Hartadi, keduanya terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama melanggar pasal 3 jo Pasal 18 UU no.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan ditambah dengan UU no. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

Dikatakan Hartadi, sebagai pengawas, Sunaryo tidak melaksanakan fungsi pengawasan. Diantaranya tidak memeriksa kebenaran volume fisik pekerjaan di lapangan yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Waskita Karya, terdakwa tidak pernah membuat laporan akhir pelaksanaan pemborongan.

Hal itupun dilakukan dengan cara mengcopy atau memindahkan data laporan progress report dan laporan bulanan yang dibuat oleh PT Waskita Karya. 

“Tersangka sebagai pengawas, tidak melakukan sesuai prosedur. Sehingga Negara dirugikan sebesar  Rp. 1.146.973.067,00,” tandasnya. (BJ04)