Home Headline Kejati Periksa Kadisbudpar Jateng Terkait Kasus Korupsi Bansos 2011

Kejati Periksa Kadisbudpar Jateng Terkait Kasus Korupsi Bansos 2011

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 4/8 (BeritaJateng.net) – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng memeriksa dua saksi terkait kasus tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan dan Penyaluran Dana Bantuan Sosial Kemasyarakatan Provinsi Jateng TA 2011.

Dua saksi diperiksa atas tersangka Agoes Soeranto yang merupakan mantan Kabiro Keuangan Pemrov Jateng yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, dan pegawai BPD Bank Jateng Andreas Budi Hartanto. 

Kasi Penkum Kejati Jateng, Eko Suwarni mengatakan pemeriksaan saksi ini untuk melengkapi alat bukti dalam kasus dugaan korupsi bansos dengan tersangka Agoes Soeranto. 

”Ada dua saksi tadi yang sudah diperiksa untuk melengkapi alat bukti dalam kasus dugaan korupsi bansos,” katanya.

Kajati Jateng Hartadi mengungkapkan tersangka Agoes kuat dugaan bertanggung jawab dalam penyimpangan penyaluran bantuan sosial tersebut karena mengeluarkan nota dinas yang ditujukan ke Biro Bina Sosial. Dalam nota dinas tersebut, disebutkan bahwa proposal yang diajukan melalui Biro Keuangan segera diproses dan dicairkan. 

“Jelas tidak prosedur, menyalahi aturan. Sebab terlibat korupsi dengan mengeluarkan nota dinas bahwa proposal yang diajukan lewat biro keuangan tidak usah diperiksa, dan langsung dicairkan dananya,” tuturnya.

Hartadi menambahkan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Agoes Kroto telah empat kali diperiksa sebagai saksi. Namun, dari beberapa hasil pemeriksaan, penyidik telah menetapkan sebagai tersangka. Selain itu penyidik juga telah menetapkan dua pejabat pemprov dan lima mantan aktivis sebagai tersangka.

Para tersangka itu yakni staf ahli Gubernur Jateng Joko Mardiyanto yang saat itu sebagai tim penasehat verifikasi. Mantan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro Bina Sosial Joko Suryanto yang saat itu sebagai ketua tim verifikasi. Serta lima mantan aktivis Mahasiswa sebagai penerima fiktif bansos. 

Yakni Kelima tersangka adalah Aji Hendra Gautama, warga Semarang menerima uang Rp 44 juta,  Azka Najib, warga Demak Rp 83 juta, Agus Khanif, warga Demak Rp 52 juta, Musyafak, warga Rembang Rp 84 juta, dan Farid Ihsanudin, warga Semarang Rp 65 juta. Keempat tersangka merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sedangkan Farid alumni Universitas Semarang (USM).(BJ04)