Home Hukum dan Kriminal Kejari Temanggung Bentuk Tim Khusus Buru Mantan Bupati

Kejari Temanggung Bentuk Tim Khusus Buru Mantan Bupati

ilustrasi

Temanggung, 9/12 (Beritajateng.net) – Kejaksaan Negeri Temanggung membentuk tim khusus untuk memburu terpidana kasus korupsi mantan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo.

“Kami membuat tim khusus bekerja sama dengan interpol, Kejaksaan Agung, Kementerian Luar Negeri, dan Imigrasi untuk menangkap terpidana Totok Ary Prabowo yang hingga kini belum diketahui keberadaannya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Fredi Azhari Siregar di Temanggung, Selasa seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan hal tersebut usai upacara memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Temanggung yang diikuti para pegawai Kejari dan puluhan pelajar.

Ia menuturkan Totok dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang dalam sidang yang digelar secara “in absentia” pada Juli 2014. Totok terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Totok bersalah dalam kasus korupsi dana bantuan pendidikan untuk putra-putri anggota DPRD Kabupaten Temanggung 2004. Selain kurungan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp300 juta yang jika tidak dibayar akan diganti dengan hukuman enam bulan penjara.

Majelis hakim juga mewajibkan Totok membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2 miliar. Hukuman penjara ini merupakan yang kedua kali dijatuhkan kepada Totok setelah sebelumnya yang bersangkutan pernah dijatuhi hukuman dalam kasus korupsi dana pemilu. Totok menghilang setelah bebas dari penjara pada 2010.

Fredi mengatakan selaku eksekutor, Kejari Temanggung terus mengejarnya. Selain itu, Kejari juga mengejar aset yang dimilikinya untuk membayar uang pengganti kerugian negara.

“Aset di Temanggung kelihatannya tidak ada dan akan kami kejar ke Jakarta. Keluarga terpidana tersebut tinggal di Jakarta, tetapi yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya. Hal ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi Kejari Temanggung untuk menangkapnya,” katanya. (ant/pj)