Home Headline Kejari Semarang Tingkatkan Penuntutan Korupsi BKM

Kejari Semarang Tingkatkan Penuntutan Korupsi BKM

uang

Semarang, 17/2 (BeritaJateng.net) – Usai menerima hasil penghitungan
kerugian negara pada kasus dugaan korupsi dana Badan Keswadayaan
Masyarakat (BKM) Tlogomakmur,  tahun 2012/2013, Tlogosari Kulon,
Pedurungan, Semarang, dari BPKP Perwakilan Jateng beberapa waktu lalu, kini pihak penyidik Kejaksaan Negeri Semarang melimpahkan berkasnya ke tahap penuntutan dengan tersangka mantan bendahara BKM, Sri Rahayu.

“Dari hasil penghitungan yang dilakukan oleh  BPKP, kami temukan
kerugian negara sekitar Rp. 200  Juta dalam kasus BKM Tlogomakmur,”
ungkap Kajari Semarang, Asep Nana Mulyana, Selasa (17/2).

Menurut Asep, setelah menerima hasil audit dari BPKP, pihaknya
langsung melakukan pemaparan untuk mengetahui secara pasti jumlah
kerugian dan memang didapati angka sebesar itu.

“Jaksa saat ini  sudah menyusun berkas perkara sembari menunggu
laporan tertulis dari BPKP. Yang pasti penyidik sudah  sampai pada
tahap finalisasi dan menyusun berkas dakwaannya,” jelasnya.

Ditempat terpisah, ketika dikonfirmasi  Kepala Bidang (Kabid)
Investigasi BPKP Perwakilan Jateng, Sotarduga Hutabarat mengatakan
modus yang digunakan tersangka untuk menyelewengkan uang negara, yakni dengan cara tidak menyetorkan  uang angsuran nasabah dan memalsukan laporan keuangan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang dikelolanya.

“Bantuan dana sebesar Rp 500 juta seharusnya digunakan untuk  dana
bergulir bagi anggota, bantuan sosial lewat KSM dan pembangunan
infrastruktur. Tetapi kenyataannya, sebagian dana itu diselewengkan
oleh tersangka Sri Rahayu,” ujarnya. (BJ29)

Advertisements