Home Hukum dan Kriminal Kejari Purwokerto Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Suap

Kejari Purwokerto Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Suap

image
Ilustrasi

Purwokerto, 1/12 (Beritajateng.net) – Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan suap perizinan toko modern yang melibatkan mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyumas Rusmiyati.

“Dua tersangka baru tersebut sebenarnya sudah kami tetapkan minggu lalu, namun belum kami panggil sebagai tersangka, masih dalam kapasitas sebagai saksi,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwokerto Abdul Rasyid di Purwokerto, Senin.

Menurut dia, dua tersangka baru tersebut, yakni mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyumas Dwi Pindarto dan mantan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Banyumas Djumeno Atmodji.

Dengan adanya dua tersangka baru tersebut, hingga saat ini telah ada empat tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan toko modern.

Dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya, yakni mantan Kasatpol PP Banyumas Rusmiyati dan Supervisor Lisensi PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Cirebon Asep Gunawan.

Rasyid mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain dalam kasus dugaan suap tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa penyidik Kejari Purwokerto pada hari Senin (1/12) sebenarnya memanggil Rusmiyati dan Asep Gunawan.

Akan tetapi, kata dia, hanya Rusmiyati yang datang memenuhi panggilan penyidik Kejari Purwokerto.

“Rusmiyati diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dwi Pindarto dan Djumeno dengan penyidik Achmad Kuswantoro serta diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Asep Gunawan dengan penyidik Rinawati,” katanya.

Saat ditemui wartawan, Rusmiyati yang keluar dari Ruangan Pidana Khusus sekitar pukul 13.30 WIB dengan didampingi penasihat hukumnya, Sarjono Hardjo Saputro, enggan memberikan komentar.

Dia pun segera menuju mobil pribadinya dan pergi meninggalkan Kejari Purwokerto.

Sementara penasihat hukum Asep Gunawan, Happy Sunaryanto mengatakan bahwa kliennya tidak bisa memenuhi panggilan penyidik karena sedang menghadiri resepsi pernikahan adiknya.

“Kemungkinan Kamis (4/12) besok akan hadir memenuhi panggilan Kejari,” katanya.

Ketika ditanya soal kasus suap yang melibatkan Asep Gunawan, dia mengatakan bahwa hal itu tidak bisa disebut sebagai penyuapan.

Menurut dia, uang sebesar Rp180 juta yang diserahkan Asep ditujukan untuk mengurus perizinan toko modern.

“Pokoknya klien saya memberikan uang itu untuk perizinan, perkara disalahgunakan, klien saya tidak tahu menahu. Jadi, dalam hal kami memberikan uang tersebut bukan sebagai unsur penyuapan,” katanya.(ant/pj)