Home Hukum dan Kriminal Kejari Purwokerto Periksa Dua Saksi Kasus Dugaan Suap

Kejari Purwokerto Periksa Dua Saksi Kasus Dugaan Suap

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

 

Purwokerto, 17/11 (Beritajateng.net) – Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, Senin, memeriksa dua orang saksi dalam kasus dugaan suap yang melibatkan mantan Kepala Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Banyumas Rusmiyati.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwokerto Abdul Rasyid mengatakan bahwa dua orang saksi yang merupakan mantan kuasa hukum PT Indomarco Prismatama (Indomaret), yakni Subroto dan Budiyono.

“Tadi diperiksanya. Kalau seputar apa, saya harus berkoordinasi terlebih dahulu,” katanya kepada wartawan.

Dalam kesempatan terpisah, Subroto mengaku memenuhi panggilan Kejari Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut dia, dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar satu jam itu, penyidik menanyakan soal pertemuannya dengan Bupati Banyumas Achmad Husein, Rusmiyati (yang saat itu masih menjabat Kasatpol PP Banyumas, red.), Sekretaris Daerah Banyumas, tiga orang dari Indomaret, dan Budiyono.

“Saat itu, saya bersama Pak Budiyono dan tiga orang dari Indomaret datang menemui Bupati, Bu Rusmiyati, dan Sekda. Malam harinya, setelah pertemuan itu, saya dan Pak Budiyono kembali menemui Bupati. Namun, ternyata sudah ada Bu Rusmiyati,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kedatangan mereka menemui Bupati Banyumas itu dengan iktikad baik dalam rangka mengurus perizinan.

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, Bupati bertanya kepada Rusmiyati seputar uang titipan dari Indomaret.

Akan tetapi, dia mengaku tidak tahu jumlah uang titipan dari Indomaret itu.

Menurut dia, keesokan harinya Rusmiyati mengembalikan uang sebesar Rp150 juta.

“Hari berikutnya, saya baru tahu jika Bu Rus mengembalikan uang,” katanya.

Seperti diwartakan, Rusmiyati dicopot dari jabatannya sebagai Kasatpol PP karena diduga menerima aliran dana dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret) saat melakukan penertiban toko modern ilegal.

Selanjutnya, Rusmiyati mendapat tugas sebagai staf biasa di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas.

Saat ini, kasus yang melibatkan Rusmiyati telah ditangani Kejari Purwokerto dengan memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Banyumas maupun karyawan PT Indomarco Prismatama, termasuk menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp35 juta.

Aliran dana tersebut diduga sebagai suap untuk merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2010.

Dalam penyidikan kasus tersebut, penyidik Kejari Purwokerto telah meminta keterangan dari sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif di Banyumas.

Selain itu, penyidik juga telah menyita uang Rp36 juta yang terdiri atas Rp19 juta berupa pengembalian dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyumas Dwi Pindarto, Rp11 juta dari Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Kabid Dinperindakop) Banyumas Jumeno, dan Rp6 juta dari staf honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Banyumas.

Kasus dugaan suap tersebut juga menyeret Kepala BLH Banyumas Dwi Pindarto dan Kabid Perdagangan Dinperindagkop Banyumas Jumeno sehingga kedua orang itu diberhentikan dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil.(ant/pj)

Advertisements