Home Hukum dan Kriminal Kejari Jepara Siap Tangani Kasus Limpahan Kejati

Kejari Jepara Siap Tangani Kasus Limpahan Kejati

Yuni Daru W, Kajari Jepara didampingi Kasi Intel Kejari Jepara, Komang Rai W dan Sunarno, Kasi Pidsus.
Yuni Daru W, Kajari Jepara didampingi Kasi Intel Kejari Jepara, Komang Rai W dan Sunarno, Kasi Pidsus.
Yuni Daru W, Kajari Jepara didampingi Kasi Intel Kejari Jepara, Komang Rai W dan Sunarno, Kasi Pidsus.

Jepara, 7/7 (BeritaJateng.net) – Banyaknya kasus yang melibatkan sejumlah pejabat di Jepara yang justru diperkarakan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang disayangkan. Khususnya untuk kasus korupsi. Pasalnya, dengan kemampuan dan kedekatan geografis, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara bisa menanganinya.

“Secara pribadi saya sudah berbicara dengan Kepala Kejati Semarang tentang sejumlah kasus hukum, khususnya dugaan korupsi, penyelewengan dana dan sejenisnya untuk bisa dilimpahkan ke sini (Kejari Jepara,Red.),” terang Kajari Jepara, Yuni Daru W.

Yuni mengungkapkan, Kejati memberi sinyal hijau mengenai rencana ini. Kemungkinan kasus  yang akan dilimpahkan ke Kejari Jepara merupakan sejumlah kasus baru, atau kasus yang dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

Pasalnya, meski ditangani oleh Kejati, penyidik di Kejari Jepara juga selalu dilibatkan dalam proses penyidikan. Ini membuktikan sumber daya yang dimiliki mampu menangani sejumlah kasus. “Inilah yang saya akan coba ketika saya menjabat menjadi Kajari,” tandasnya.

Saat ini, Kejati Semarang tengah menyidik kasus dugaan korupsi proyek pembangunan lapangan futsal dan arena renang di area Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, pembangunan dan pengembangan pasar Mayong, serta Banpol untuk PPP Jepara.

Kasi Intel Kejari Jepara, Komang Rai W menjelaskan, pihaknya memang ikut menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek pembangunan lapangan futsal dan arena renang di area Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, pembangunan dan pengembangan pasar Mayong. Sepekan lalu Kejati datang ke Jepara untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Memang sudah ada dua pejabat eselon dua yang diperiksa. Tapi setahu saya baru dalam proses dimintai keterangan,” jelas Komang.(Bj18)