Home Headline Kejari Blora Akhirnya Jebloskan Kepala Dindagkop UKM ke Tahanan

Kejari Blora Akhirnya Jebloskan Kepala Dindagkop UKM ke Tahanan

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Blora.

BLORA, 12/10 (BeritaJateng.net) – Kejaksaan Negeri Blora, Jawa Tengah akhirnya menjebloskan S (Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) Kabupaten Blora ke Tahanan Rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Blora.

Tersangka S ini dengan sukarela menyerahkan diri didampingi pengacaranya ke kantor Kejari Blora pukul 10.00 WIB, Selasa (12/10/2021).

Sebelumnya dua tersangka lainya W (Kabid Pasar) dan MS (Kepala UPTD Pasar Cepu), sudah lebih dulu ditahan oleh Kejari Blora dan dititipkan di Rutan kelas IIB Blora beberapa hari lalu. S tidak hadir karena sakit.

“Hari ini tim Kejari Blora telah melakukan tahap 2 kasus dugaan pungli pasar Cepu, dan tersangka S hadir secara sukarela bersama pengacaranya. Sesuai tahap 2 jaksa penuntut umum kita melakukan penahanan 20 hari kedepan, yang nantinya akan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor di Semarang,” ungkap M Adung Kasi Intel Kejari Blora, Selasa (12/10).

Pada kesempatan ini, lanjut Adung, yang bersangkutan dalam keadaan sehat. Dan saat ini lagi dalam proses screening di Rutan kelas IIB Blora.

“Secepatnya akan kita limpahkan, agar tidak berlarut-larut, sehingga penyelesaian perkara ini bisa cepat,” jelas Adung.

Mengenai peran S dalam kasus dugaan pungli Pasar Induk Cepu, Adung menjelaskan, S waktu secara formal sebagai Kepala Dinas, tahu apa yang dilakukan anggotanya.

“Nanti kita lanjut untuk proses yang lain, berdasarkan keterangan di sidang, untuk dijadikan bahan, apakah ada tersangka yang lain,” kata Adung.

Adung menghimbau untuk teman teman di Dinas OPD dan yang lain, bahwa Kejari sudah sering sosialisasi, jangan main main, bekerja dengan niat ibadah, jujur sehingga nantinya hasilnya akan lebih baik.

Terpisah Bupati Blora Arief Rohman ikut prihatin atas kasus tersebut. Bupati akan segera mencari pengganti S dengan Pelaksana Tugas (Plt).

“Kita ikut prihatin, kita menghormati proses hukum yang yang berjalan, nanti akan kita proses lebih lanjut, setelah mendapat surat dari Kejaksaan nanti akan kita tunjuk Plt ya, untuk mengganti yang sedang proses hukum,” ucap Mas Arief sapaan akrabnya.

Untuk status PNS nya, Bupati masih menunggu hasil inkrah di persidangan nanti. Pihaknya masih menghargai asa praduga tak bersalah. (Her/El)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 8 =