Home Ekbis Kegiatan Peti Kemas TPKS Triwulan I Alami Kenaikan 8 Persen 

Kegiatan Peti Kemas TPKS Triwulan I Alami Kenaikan 8 Persen 

image

Semarang, 9/4 (BeritaJateng.net) – Terminal Petikemas Semarang (TPKS) sebagai Container Terminal Operator pada periode bulan Januari-Maret 2015 berhasil membukukan peningkatan throughput petikemas sebesar 8 persen.

Pada Triwulan pertama tahun 2015 ini, TPKS telah melakukan handling petikemas ekspor – impor serta domestik dengan total sebanyak 151.464 TEUs, lebih tinggi 8 persen dari angka yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebanyak 140.475 TEUs.

Pelaksana harian (Plh) GM TPKS, sekaligus Manager Operasi TPKS, Edy Sulaksono mengatakan bahwa sampai dengan akhir bulan Maret 2015 ini, TPKS telah berhasil melakukan handling petikemas sebanyak 94.836 box, 151.464 TEUs, dengan komposisiterdiri dari pencapaian jumlah petikemas internasional sebanyak 91.350 box atau 146.745 TEUs dan petikemas domestik sebesar 3.444 box atau 4.677 TEUs

“Pencapaian peningkatan pertumbuhan petikemas di TPKS ini banyak dipengaruhi oleh peningkatan arus petikemas internasional yang signifikan yaitu terlampaui 10 persen dalam box dan 9 persen dalam TEUs dibandingkan pencapaian tahun lalu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peningkatan petikemas impor isi memberi kontribusi terbesar dalam pencapaian arus dari tahun lalu, dengan prosentase 117 persen untuk 20 feets dan 127 persen untuk 40 feets, sedangkan untuk ekspor isi, tercatat kenaikan 102 persen untuk 20 feet dan 105 persen untuk 40 feet, yang didominasi meningkatnya beberapa komoditas unggulan seperti furniture hingga 19 persen, Albasia 16 persen, Benang 20 persen, Plywood 43 persen serta komoditas unggulan lainnya” tutur Edy.

Terkait kinerja operasi pelayanan kapal, Asisten Manager Operasi TPKS, Purwanto Wahyu menginformasikan bahwapencapaian rata-rata Berthing Time kapal di TPKS pada periode Triwulan I tahun 2015, tercatat waktu 15,62 jam atau lebih rendah dari target yang ditetapkan, yaitu 91,88 persen atau target 17,00 dan 92,10 persen dari rata-rata tahun lalu atau target 16,96 jam.

Menurutnya, membaiknya kinerja pelayanan kapal ini dikarenakan oleh menurunnya Idle Time rata-rata kapal dari target 1 jam dan pencapaian tahun lalu 1,41 jam menurun menjadi 0,80 jam.

“Peningkatan kecepatan rata-rata kinerja BCH dan BSH dari penetapan maupun pencapaian tahun lalu seperti yang dijabarkan pada ulasan kinerja operasional pelayanan barang, juga menjadi penyebab mempersingkat waktu rata-rata tambat kapal di TPKS,” tutup Purwanto. (Bj05)