Home Headline Kecepatan Tracing Pasien Covid-19 di Semarang Terkendala Nakes yang Terbatas

Kecepatan Tracing Pasien Covid-19 di Semarang Terkendala Nakes yang Terbatas

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi)

Semarang, 5/7 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan peningkatan test Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan perawatan pada pasien Covid-19 (treatment) atau yang lebih dikenal upaya 3T.

Upaya ini dilakukan menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di ibukota Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri), Kota Semarang diwajibkan melakukan testing minimal 3.984 swab per hari.

Saat ini, testing di Kota Lunpia baru menyentuh 1.500 swab per hari.

“Kami sudah perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melengkapi sesuai arahan dan petunjuk Imendagri,” ucap Hendi, sapaannya, Minggu (4/7).

Guna memenuhi target Imendagri, Pemerintah Kota Semarang akan menggencarkan tracing terhadap kontak erat penderita Covid-19.

Jika tracing masih kurang, tes massal akan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaram kasus yang semakin meluas.

“Terutama kami tracing dulu. Kalau masih kurang, baru kita ke arah massal,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menambahkan, upaya 3T dilakukan karena perbandingan kasus Covid-19 yang masuk ke rumah sakit dengan kasus di tempat karantina maupun isolasi mandiri angkanya 1:4.

Kontak erat harus ditracing agar penyebaran tidak semakin meluas. Hanya saja, kendala dalam melakukan 3T yakni tenaga kesehatan yang terbatas.

“SDM tidak sebanding dengan jumlah orang yang terpapar Covid-19,” ujarnya.

Misalnya upaya tracing, Hakam telah menyiapkan tim gerak cepat di masing-masing puskesmas sebanyak 10-15 tracer.

Belum lagi jika ada yang terpapar Covid-19, petugas pun berkurang. Dinkes sudah berupaya membuka rekrutmen relawan namun belum juga mencukupi.

“Kami membuka relawan tracer 100 tidak terpenuhi. Baru ada 30-40 relawan yang masuk,” sebutnya. (Ak/El)