Home Lintas Jateng Kaum Difabel, Dapat Jatah Dua Kamar Rusunawa

Kaum Difabel, Dapat Jatah Dua Kamar Rusunawa

image
Lokasi rusunawa.foto/dye

KENDAL, 22/12 (Beritajateng.net) – Pengelolaan hunian rumah susun disewakan (Rusunawa) Kebondalerm Kecamatan Kendal kota, setelah selesainya dibangun hingga mangkrak selama satu tahun, akhirnya awal tahun 2015 mendatang siap ditempati.

Kepala seksi sarana dan prasarana dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Sugiyono saat dikonfirmasi mengatakan sekitar bulan Januari 2015 nanti ditargetkan rumah susun sewa tersebut sudah mulai di buka dan ditempat.

“Dari dua blok A dan B, nantinya yang ditempati baru satu blok. Yakni blok A, sebab jumlah pendaftar yang akan menempati baru ada 77 orang,”jelasnya.

Diketahui, rumah susun tersebut memiliki jumlah 96 kamar dari 4 lantai dan ditambah dua kamar khusus bagi warga difabel diberikan pada lantai bagian bawah. Perlantai ada sebanyak 24 kamar, jadi kami memberikan dua kamar tambahan bagi para penyandang cacat.

“Hal tersebut agar memudahkan warga difabel tidak kesulitan dalam beraktivitas, dibandingkan lantai di atas,”terang Sugiyono, kemarin.

Sugiyono menambahkan, saat ini kendala yang dihadapi belum adanya surat peraturan dari bupati guna menentukan dasar tarif bagi warga yang nantinya akan menempati rusunawa tersebut.

“Siang ini, kami baru membahas mengenai peraturan bupati, terkait kebijakan penentuan dasar tarif. Sebab sudah 80 persen dari 105 orang jumlah pendaftar, telah melengkapi berkas persyaratan pengajuan hunian rumah susun sewa,” ungkapnya.

Dirinya juga optimis, jika nanti pada awal maupun pertengahan bulan Januari 2015, rusunawa yang menghabiskan anggaran hingga milliaran rupiah yang didapat dari ABBN maupun APBD tersebut sudah siap ditempati.

“Kami masih membuka dan menerima pendaftaran, namun demikian warga sekitar kendal yang akan kami prioritaskan terlebih dahulu,”imbuhnya.

Lanjut Sugiyono, pada dasarnya pengelolaan managemen rusunawa diatur dan sudah diserahkan kepada unit pelaksana teknis daerah (UPTD). Secara pengerjaan dan pelaksana teknis lapangan dikerjakan kontraktor sebagai pihak ketiga.

“Dalam pemeliharaan sesuai, kalender pengerjaan hingga kini masih, tanggung jawab pihak kontraktor. Harapan saya, sebelum dibuka, kondisi hunian rumah susun sewa tersebut kondisinya masih baik, dan tidak ada yang rusak,”harapnya.

Dijelaskan, bahwa pembangunan rusunawa dimulai pada Oktober 2012 tahun lalu, dan sudah dinyatakan selesai pada akhir Oktober 2013 sesuai kalender agenda harian kerja, sejak turunnya surat perintah mengerjakan proyek. (dye/ss)