Home Nasional Kasus SMAN 3 Semarang Jadi Perhatian Menristek – Dikti

Kasus SMAN 3 Semarang Jadi Perhatian Menristek – Dikti

914
Pertemuan antara Menristek Dikti Prof. M. Nasir dengan Tim Pencari Fakta SMAN 3 didampingi Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

SEMARANG, 23/5 (BeritaJateng.net) – Sedikit angin segar berhembus bagi 380 siswa dari 12 Kelas Peminatan IPA Reguler SMAN 3 Semarang angkatan 2016 yang gagal dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Menristek Dikti Prof. M. Nasir memberikan support dan berjanji memperhatikan siswa-siswi tersebut dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mendatang agar kegagalan karena terkait sistem aplikasi tidak lagi menimpa siswa-siswa SMAN 3 Semarang tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan Menristek Dikti Prof. M Nasir di kantor Kemenristek Dikti, Jakarta, Kamis (19/5). Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala SMAN 3 Semarang Bambang Nianto, Wakepsek bersama tim IT SMAGA, perwakilan Tim Advokasi & Klarifikasi Orang Tua Siswa SMAGA, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin. Menristek Dikti sendiri didampingi  Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Intan Ahmad.

Hevearita mengatakan pertemuan dilakukan sebagai tindak lanjut dibentuknya tim untuk menginvestigasi gagalnya ratusan siswa SMAN 3 Semarang masuk PTN melalui jalur SNMPTN tersebut. Pihaknya ingin ada solusi terbaik untuk para siswa SMAN 3 Semarang. Dalam pertemuan tersebut, Menristek Dikti, seperti yang disampaikan Hevearita berjanji memberikan support dan merapatkan permasalahan tersebut dengan pihak terkait. “Tadi juga disampaikan, Kementerian akan mereview kebijakan dan sistem yang ada. Selain itu, dalam SBMPTN beliau berjanji akan memperhatikan anak-anak SMAN 3 Semarang, sehingga tidak terjadi lagi masalah kegagalan karena sistem,” tandas Ita, panggilan akrab Hevearita.

Dalam pertemuan, semua pihak juga sepakat tidak akan ada perubahan atas hasil SNMPTN 2016 yang telah diumumkan, meskipun gagalnya siswa SMAN 3 Semarang masuk SNMPTN 2016 yang awalnya diduga terjadi karena murni kesalahan pihak sekolah dalam input data akhirnya dipahami bersama juga dikarenakan Sistem PDSS SNMPTN 2016 yang belum mengakomodasi sampai detil Kurikulum 2013 Berbasis SKS Diskontinyu Multi Menu/Seri/Paket seperti yang dijalankan di SMA N 3 Semarang.

Lebih lanjut Ita mengatakan, pihaknya akan mengawal terus permasalahan yang terjadi di SMAN 3 Semarang. Pemkot Semarang juga akan mengevaluasi sistem SKS yang digunakan SMA favorit tersebut. “Sistem SKS sudah diterapkan sejak 2012, namun perlu direview kembali, khususnya terkait dengan kesesuaiannya dengan Sistem PDSS SNMPTN sebagai salah satu jalur masuk PTN. Sehingga kasus ini tidak terulang di masa depan.” katanya.

Wakil wali kota Semarang Hevearita Gubaryanti Rahayu mendampingi Tim Pencari Fakta SMAN 3 bertemu Menristek Dikti.
Wakil wali kota Semarang Hevearita Gubaryanti Rahayu mendampingi Tim Pencari Fakta SMAN 3 bertemu Menristek Dikti.

Menurut dia, sekolah seharusnya peka terhadap perubahan sistem yang digunakan pusat. Dia juga meminta penggunaan sistem baru untuk SNMPTN dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Pemkot, dalam hal ini Dinas Pendidikan.

Dan bagi siswa SMA N 3 Semarang Mbak Ita berpesan untuk tetap fokus dan semangat untuk menghadapi SBMPTN sehingga berhasil menembus jurusan dan PTN yang diinginkan sekaligus membuktikan bahwa mereka adalah generasi masa depan bangsa yang bisa diandalkan.(Bj)

Advertisements