Home Hukum dan Kriminal Kasus Salah Tangkap Kudus Ditangani Polda Jateng

Kasus Salah Tangkap Kudus Ditangani Polda Jateng

ilustrasi

Semarang, 12/12 (Beritajateng.net) – Polda Jawa Tengah menangani kasus penganiayaan terhadap Kuswanto (29) warga Desa Jepang, Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang diduga korban salah tangkap aparat Polres setempat yang terjadi pada 2012.

“Sebelumnya korban melapor ke Mabes Polri, kemudian dari mabes dilimpahkan ke Polda Jawa Tengah,” kata Wakil Kapolda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Slamet Riyanto di Semarang, Jumat.

Menurut dia, kasus penganiayaan tersebut ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah.

“Hari ini Kuswanto dimintai keterangan sebagai korban,” tambahnya.

Dalam perkara ini, lanjut dia, ada sekitar 18 orang yang terdiri anggota Polres Kudus maupun warga sipil yang dimintai keterangan sebagai saksi.

Selain itu, menurut dia, ada empat anggota Polres Kudus yang dijadikan terperiksa dalam kasus penganiayaan ini.

Salah satu terperiksa dalam perkara tersebut yakni Aiptu NW yang menjabat Ketua Tim Buser Polres Kudus saat kejadian pada November 2012 tersebut.

Terpisah, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Hendra Supriatna mengatakan para terperiksa tersebut, juga menjalani pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik.

Ia menuturkan satu dari empat terperiksa tersebut bahkan telah mendapat sanksi dari kesatuannya berupa hukuman kurungan selama 21 hari.

Saat ini, kata dia, masih didalami laporan tentang keterlibatan korban Kuswanto dalam kasus kriminal yang terjadi pada 2012 itu.

“Dari penulusuran, korban ini pernah tersangkut dalam kasus penggelapan pada 2010 lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kuswanto mengaku ditangkap anggota Reserse Kriminal Polres Kudus dan dipaksa mengaku terlibat perampokan di Gudang Ice Cream Walls di Jalan Lingkar Selatan pada November 2012.

Atas peristiwa tersebut, Kuswanto mengaku masih menderita luka di bagian leher.(ant/pj)