Home Hukum dan Kriminal Kasus Perdagangan Manusia di Solo Dilimpahkan Polda Jateng

Kasus Perdagangan Manusia di Solo Dilimpahkan Polda Jateng

Achmad Bachrudin Bakri dari Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-HAM)

SOLO, 22/5 (BeritaJateng.net) – Kasus perdagangan manusia atau human trafficking terjadi di kota Solo, dan korbannya merupakan anak di bawah umur berinitial  MR (16) asal Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Kasus perdagangan manusia mulai terbongkar saat ibu korban melaporkan anaknya sudah tiga bulan anaknya hilang pada  unit PPA Polresta Surakarta, 7 April 2016 lalu.

Achmad Bachrudin Bakri, salah satu pendamping advokasi korban dari Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-HAM) menjelaskan pasca pelaporan tersebut MR (16) kembali ke rumah pada 18 April lalu.

“Dari pengakuan korban itulah  diketahui MR bersama FY yang juga berasal dari Solo menjadi korban perdagangan manusia,” jelasnya di Karanganyar, Jawa Tengah.

Pengakuan dari MR dia dibujuk oleh seseorang dan dijanjikan mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi ke Barong, Tongkol, Kutai Barat, Kalimantan Timur untuk dijadikan Lady Escort (LC). Sebelum ditempatkan di Kalimantan korban di tampung di salah satu rumah kost di kawasan Palur Mojolaban.

“Di Kalimantan korban juga ditempatkan di suatu bangunan di tengah hutan. Yang diingat hanya pepohonan lebat dengan sejumlah bangunan kafe tanpa pemukiman penduduk, serta jalanan aspal yang rusak,” terangnya.

Pengakuan korban MR juga menyebutkan di Kalimantan ternyata ada 19 anak lain yang semuanya berasal dari Solo dan satu anak dari Sragen.

Akhirnya berdasar penyidikan, pada 2 Mei 2016 lalu, Polresta Surakarta akhirnya menangkap pasangan suami istri warga Palur, yang diduga pelaku perdagangan manusia. Namun Polda Jawa Tengah kemudian mengambil alih kasus tersebut karena tempat kejadian perkaranya berada di dua wilayah yang berbeda. (Bj24)