Home Hukum dan Kriminal Kasus Pencabulan Di Bawah Umur Satu Pelaku Masuk DPO

Kasus Pencabulan Di Bawah Umur Satu Pelaku Masuk DPO

Kasus Pencabulan Di Bawah Umur Satu Pelaku Masuk DPO

Karanganyar, 19/10 (BeritaJateng.net) – Dua warga Mojogedang TY (31), SW (36),  diamankan petugas di dari jajaran Satreskrim Polres Karanganyar (unit PPA) pada hari Minggu (15/10/2016) lalu karena dugaan pencabulan gadis di bawah umur berinisial SAP (15) warga Mojogedang. Masih ada satu pelaku lagi yakni EK (35) yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kronologis kejadian, salah satu pelaku bernama EK pada Sabtu (15/10) sekitar pukul 08.00 WIB diketahui menjemput korban yang saat itu sedang berada di sekolah kemudian mengajaknya ke rumah pelaku.

Ternyata di rumah EK, korban dipaksa berhubungan intim denga pelaku. Sesaat kemudian EK mengontak dua teman lainnya untuk datang ke rumah. Mereka tiba dan sempat minum miras. Saat itu korban menemani ketiganya.

Selanjutnya tiga pelaku mengajak korban untuk refreshing mencari udara segar ke Tawangmangu. Sesampainya di lokasi, mereka menyewa sebuah villa dan minum bir bersama.

Tak lama kemudian salah satu tersangka yakni TY mengajak korban untuk berhubungan intim di salah satu kamar di villa tersebut. Setelahnya giliran SW yang masuk ke kamar dan melakukan hubungan  dengan korban.

Dalam pengakuannya pelaku mengaku tindakannya di dasarkan suka sama suka dan tidak ada paksaan. Bahkan kedua pelaku juga memberikan sejumlah uang pada korban. Besarnya Rp. 250 ribu dan Rp. 200 ribu.

Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko menegaskan kasus ini berdasarkan laporan dari keluarga korban yang tidak terima atas tindakan pelaku pada korban yang masih di bawah umur.

“Atas laporan warga kita segera lakukan penyidikan. Hasilnya dua dari tiga pelaku berhasil ditangkap. Satu orang dalam pencarian,” terang Prawoko, Rabu (19/10).

Saat ini kasusnya sedang dalam penyidikan, dimana petugas juga menyita seperangkat baju milik korban termasuk CD dan BHnya. Juga satu stel seragam pramuka.  Bahkan uang sebesar Rp. 450 ribu dari tersangka juga di sita sebagai barang bukti.

Pelaku akan di kenakan pasal 81 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo Pasal 332 KUHP dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (Bj24)