Home Headline Kasus OTT BPN Semarang, Penyidik Kejaksaan Geledah Tempat Tinggal Satu Staf BPN

Kasus OTT BPN Semarang, Penyidik Kejaksaan Geledah Tempat Tinggal Satu Staf BPN

Kasus OTT BPN Semarang, Penyidik Kejaksaan Geledah Tempat Tinggal Satu Staf BPN
        Semarang, 7/3 (BeritaJateng.net) – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Semarang, melakukan penggeledahan di rumah kosan Griya Asri, tempat tinggal Windari Rochmawati, di Perumahan Wahyu Utomo, Ngaliyan Kota Semarang, Selasa (7/3).
        Sedikitnya terdapat 6 petugas dibantu 3 petugas Kepolisian saat tim penyidik melakukan pengledahan  di tempat kos WR.
        Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang di duga sejumlah uang dan berkas pengurusan Hak atas tanah yang di tangani BPN. Meski demikian, penyidik enggan memberikan keterangan kepada awak media.
        “Nanti saja di kantor, mas,” kata penyidik sembari memasukkan barang bukti ke dalam mobil, Selasa (6/3).
        Oleh Petugas sejumlah Barang Bukti ini lantas di bawa ke Kantor Kejari Semarang yang berada di Jalan Abdulrahman Saleh.
         Kepala Kejari Kota Semarang Dwi Samudji mengatakan masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Pihaknya juga akan melakukan pemanggilan para saksi nemun hingga saat ini belum ada konfirmasi akan menghadiri panggilan Kejaksaan.
         “Kita masih terus melakukan penyelidikan dan barang bukti. Untuk saksi sudah kami kirimkan surat panggilan, namun konfirmasi terkait kedatangannya,” ujarnya.
         Sebelumnya, Kejari Semarang mengamankan empat pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berkaitan dengan pengurusan dokumen agraria di Ibu Kota Jawa Tengah itu.
         Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samuji mengatakan, keempatnya diamankan pada Senin (5/3) sore di kantor BPN Semarang.
       Keempat orang tersebut masing-masing berinisia WR, S, J, dan F. S sendiri diduga merupakan Kepala BPN Kota Semarang.
       Bersama keempat orang itu, diamankan pula uang Rp32,4 juta dalam sembilan amplop. (Nh/El)