Home Hukum dan Kriminal Kasus Kasda Pemkot Semarang, Penyidik Lakukan Ekpose Kasus ke BPK

Kasus Kasda Pemkot Semarang, Penyidik Lakukan Ekpose Kasus ke BPK

image

Semarang, 27/4 (Beritajateng.net)-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Semarang mengaku telah melakukan ekpose terkait kasus dugaan korupsi dana kas daerah (kasda) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Tengah, Senin (27/4) siang.

“Siang ini sudah ekspos dengan BPK perwakilan Jawa Tengah. Kami sudah paparkan semua,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto, Senin (27/4). 

Sugiarto menjelaskan, meski telah melakukan ekspos kasus dengan BPK, pihaknya masih belum mengetahui berapa total kerugian negara dalam dugaan korupsi dana kas daerah (kasda) Pemkot Semarang. Namun pihaknya akan berkoordinasi dengan BPK dalam proses audit tersebut. “Belum tahu jumlah kerugian yang pasti akan tanyakan ke BPK. Kami juga belum tahu, BPK akan melakukan audit penuh,” jelasnya.

Terkait lamanya proses audit BPK tentang kerugian negara, Sugiarto enggan membeberkan lebih lanjut. Namun pihaknya akan berusaha secepat mungkin bisa selesai.”Kami inginnya cepat, tapi nanti kita koordinasikan lagi,” ungkapnya.

Terkait temuan beberapa rekening misterius, yakni satu rekening giro senilai Rp 82.228.447 dan tiga rekening deposito senilai total Rp 514 juta yang dibuat oleh seseorang pada tahun 2012 silam, Sugiarto tidak membeberkannya lebih lanjut. Pihaknya mengaku masih akan mendalami beberapa rekening tersebut dan belum melakukan penyitaan.

“Rekening atas nama Kasda yang dalam hal ini Pemkot Kota Semarang. Nanti bertahap akan dalami lagi satu persatu,” tandasnya.

Ada dugaan beberapa rekening misterius tersebut merupakan bagian dari kasus dugaan korupsi dana kasda. Bahkan mencuat dugaan jika korupsi tersebut dilakukan berjamaah.

Sementara itu, terkait pemeriksaan terhadap Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) dan Suhantoro (SH) sebagai tersangka belum dilakukan. Namun, beberapa waktu lalu setelah ada penetapan tersangka, DAK pernah dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi atas tersangka dugaan gratifikasi, Suhantoro.(BJ04)