Home Hukum dan Kriminal Kasus Ilegal Loging Yang Diduga Melibatkan Kadus Tambak Mulai Diproses

Kasus Ilegal Loging Yang Diduga Melibatkan Kadus Tambak Mulai Diproses

Kapolres Karanganyar Mahedi Surindra

Karanganyar, 27/5 (BeritaJateng.net) – Kasus ilegal loging yang terjadi di lahan milik Perhutani beberapa waktu lalu saat ini sedang dalam penyidikan di Polres Karanganyar. Kasus yang di duga melibatkan Kepala Dusun Tambak, Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, mulai melakukan pemeriksaan saksi

Kapolres AKBP Mahedi Surindra menjelaskan, masalah penebangan kayu tanpa ijin di kawasan hutan milik Perhutani saat ini masih dalam pemeriksaan.

“Ada delapan saksi yang saat ini dalam pemeriksaan Polres Karanganyar,” papar Kapolres Karanganyar, Jumat (27/5/2016).

Kasus ilegal loging menurut Kapolres berbeda dengan kasus lainnya. Penyidik harus tepat dalam memberlakukan pasal yang akan si kenakan pada pelaku ilegal loging. Ada Permenhut ada aturan presiden. Jadi biarkan dulu penyidik bekerja.

“Jangan jadi blunder karena ketidak tahuan penyidik dalam menerapkan pasal pada tersangka. Jangan sampai tersangka malah bebas dari hukuman,” lanjut Mahedi.

Kasus ini mencuat karena ada laporan masyarakat adanya ilegal loging di Ngargoyoso dan diduga melibatan tokoh desa Tambak yang menjabat sebagai Bayan (kepala dusun). Bahkan saat pwngambilan kayu ada warga yang melihat dan merekamnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tambak Suyatno mengaku bahwa pihaknya tidak melakukan ilegal loging seperti yang beredar di masyarakat jika dirinya terlibat dalam kasus tersebut.

“Saat itu warga kehabisan kayu untuk pengerjaan talud. Kemudian warha berinisiatip untuk mengambil kayu yang sudah tua dan tidak produktif lagi di hutan,” jelas Suyatno.

Kepada warga Suyatno berpesan harus minta ijin dulu pada pihak yang memiliki kewenangan hutan. Saat pertama telepon diijinkan. Namun saat dihubungi untuk minta kepastian lagi, telepon milik petugas hutan tidak aktif.

Sayangnya jelas Suyatno warga sudah terlanjur naik. Dan sudah menebang kayu tersebut. Hingga akhirnya kasusnya berkembang sampai ke jalur hukum. (Bj24)