Home Headline Kasi Pidsus Kota Wali Tidak Akan Tebang Pilih Mengungkap Kasus Korupsi

Kasi Pidsus Kota Wali Tidak Akan Tebang Pilih Mengungkap Kasus Korupsi

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Demak, Samsul Sitinjak SH

Demak, 5/9 (BeritaJateng.net) – Tidak akan melakukan tebang pilih dalam memberantas kasus korupsi di wilayah hukum Kabupaten Demak, itulah yang dilontarkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Demak, Samsul Sitinjak SH yang menggantikan pejabat sebelumnya Intan Lasmi SH MH.

Dirinya mengaku akan membuat gebrakan baru terkait penindakan kasus korupsi menurutnya, selama ini kasus korupsi di Kota Wali baru menyasar kepala desa, sementara potensi pejabat berbuat korup ada di semua tingkatan, termasuk pejabat di atas kepala desa hingga pejabat tinggi.

Dia mengakui budaya korupsi masih kerap terjadi di semua tingkatan pemeritahan yang juga melibatkan pihak swata. Tidak mudah untuk bisa mengungkap kasus tersebut dibutuhkan penanganan serius dan tindakan tegas.

“Tentu ini bukan hal mudah, pasti banyak hambatan, rintangan dan tantangan. Tetapi harus terus berusaha tanpa kenal lelah, pantang mundur, pantang putus asa dan pantang menyerah dalam menegakan keadilan hukum,” kata Samsul seusai serah terima jabatan Kasi Pidana Khusus (pidsus) di aula Kantor Kejari, baru-baru ini.

Sebelumnya, jabatan Kasi Pidsus Kejari Demak diemban Intan Lasmi SH MH yang kini menduduki jabatan barunya sebagai Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan barang Rampasan Kejari Magelang.
Adapun Samsul Sitinjak sebelumnya menjabat Kasi Pidsus di Kejari Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Serah terima jabatan yang dihadiri semua jaksa di Kejari Demak tersebut diawali dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Kajari Suhendra SH MH.

“Saya sudah menyampaikan rencana bidang pidsus ini kepada Kajari Demak. Beliau mendukung saya untuk bekerja profesional,” kata Samsul Sitinjak.

Selama bertugas di Kuansing, dirinya sering diberi tugas menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi. Di antara kasus yang menonjol adalah tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga IPA berbasis digital pada tahun 2019.

“Kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan alhamdulillah berhasil kami ungkap hingga putusan di pengadilan menjatuhi vonis hukuman 4 tahun kepada para tersangka,” katanya.

Dirinya berharap kesuksesan dalam mengungkap korupsi juga bisa dirinya capai selama menjadi kasi pidsus di kabupaten Demak.

“Saya bukan tipe orang yang suka mencari kesalahan orang, kalau memang ada yang melanggar hukum ya harus diproses, kalau memang benar apalagi jadi korban ya harus dibantu,” tutur Samsul.

Dalam pandanganya, keberhasilan mengungkap perkara hingga tuntas membutuhkan sinergitas semua pihak termasuk instansi terkait dari Polres Demak, Pengadilan Negeri, Pemerintah, TNI maupun masyarakat. Tidak sedikit kasus yang terungkap berawal dari laporan masyarakat, LSM maupun masyarakat umum.

“Silakan masyarakat yang mendapati ada tindak pidana korupsi untuk melaporkan kepada kami, tetapi tolong dilengkapi data pendukung atau bukti awal yang memudahkan jalan dalam pengungkapan kasus,” ujarnya. (BW/El)