Home Headline Kartu Identitas Anak (KIA) Tidak Jadi Syarat Wajib Pendaftaran Sekolah Di Semarang

Kartu Identitas Anak (KIA) Tidak Jadi Syarat Wajib Pendaftaran Sekolah Di Semarang

Adi Tri Hananto. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang.
***Membludak, Pemohon KIA Capai 6.000
         SEMARANG, 23/2 (BeritaJateng.net) – Meski saat ini Kartu Identitas Anak (KIA)  belum diwajibkan  untuk dipakai menjadi persyaratan pendaftaran masuk sekolah, tetapi warga mulai memadati pelayanan pembuatan KIA.
          Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang telah mendata ada sebanyak 6.000 pemohon yang mengurus pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Tempat Perekaman Data Kependudukan (TPDK).
          “Sudah ada 6.000 pemohon terhitung dari Januari sampai sekarang yang mengurus KIA di kami.  Rata-rata perhari ada 100 pemohon yang datang untuk membuat KIA, “kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang,  Adi Tri Hananto.
          Dijelaskan Adi,  untuk blangko KIA saat ini yang baru tersedia sebanyak 178.000 blangko. Padahal,  data jumlah anak di Kota Semarang sebanyak 441.000 anak. Jumlah tersebut belum termasuk jika ada kelahiran baru dan ada yang pindah.
          “Untuk pembuatan KIA,  kami baru punya dua unit alat printer,  dan masih prioritas penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP)  elektronik yang sempat tertunda dari 2016-2017 lalu,” imbuhnya
          Ditegaskan,  Adi bahwa KIA tidak akan menjadi syarat wajib untuk masuk sekolah.  Sehingga pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu yang mengatakan,  bahwa KIA diwajibkan bagi setiap anak untuk dipakai saat pendaftaran masuk sekolah. (El)