Home Headline Kapal Kayu Pengangkut Rombongan Pengantin Tenggelam

Kapal Kayu Pengangkut Rombongan Pengantin Tenggelam

Ilustrasi

Paser, 7/5 (BeritaJateng.net) – Sebuah kapal kayu KM Vega yang mengangkut puluhan penumpang rombongan pengantin tenggelam di perairan Muara Selangot, Simpangan Simpananjuk Labuangkalo, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Aru, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (5/5/2016) pukul 15.00 Wita.

Hingga saat ini berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kalimantan Timur terdapat 4 orang meninggal dunia, 4 orang hilang dan 40 orang selamat.

Diperkirakan kapal kayu berkapasitas lima ton tersebut kelebihan muatan sehingga tenggelam. Selain itu juga karena perairan dangkal. Kapal kayu dengan kapasitas tersebut umumnya hanya bermuatan 20 orang, namun dinaiki 48 orang termasuk anak-anak.

Di tengah perjalanan yaitu 12,5 km dari pantai di perairan Selangot kapal kandas dan tenggelam. Penumpang segera menyelamatkan diri dengan alat apa adanya. Tidak adanya manifes menyebabkan jumlah penumpang secara pasti masih berbeda-beda. Pendataan masih dilakukan oleh aparat.

“Penumpang adalah rombongan warga yang akan menghadiri pernikahan berangkat dari Desa Lori di Paser menuju Tanjung Harapan. Mereka menyewa KM Vega, kapal kayu yang sehari-hari digunakan untuk mencari ikan,” terang Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu.

Evakuasi dan pencarian korban masih dilakukan. BPBD Kabupaten Paser bersama Basarnas, TNI, Polri dan instansi terkait melakukan penanganan darurat. Posko tanggap darurat telah didirikan.

“Pendataan masih terus dilakukan. Basarnas mengerahkan kapal untuk mencari korban. Masyarakat dan nelayan sekitar juga ikut membantu melakukan pencarian korban. Evakuasi saat ini difokuskan pada 2 titik,” tambahnya.

Dari hasil update hingga Sabtu ini lanjut Sutopo, Kejadian rombongan pengantin yang berangkat dari pelabuhan nelayan Desa Lori menuju ke Desa Tanjung Aru pada Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 15.00 Wita. Di perjalanan mendekati lokasi sekitar pukul 16.30 Wita kapal tenggelam.

Jumlah penumpang dan ABK seluruhnya sebanyak 54 orang. Selamat 47 orang dan meninggal 7 orang.

“Seluruh penumpang telah ditemukan. Kegiatan pencarian sudah dihentikan. Apel gabungan antara BPBD,TNI, Polri dan Basarnas dilakukan pada Jumat (6/5/2016) pukul 19.30 Wita sebagai acara penutupan acara pencarian korban,” pungkas Sutopo. (BJ)