Home Hukum dan Kriminal Kapal Indonesia Di Bajak Di Perbatasan Malaysia-Filipina Empat ABK WNI Diculik Satu...

Kapal Indonesia Di Bajak Di Perbatasan Malaysia-Filipina Empat ABK WNI Diculik Satu Luka Tembak 

794
Kapal Indonesia dibajak, empat WNI disandera.

 

Jakarta, 16/4/16 (BeritaJateng.net) – Belum selesai upaya pembebasan 10 WNI yang disandera abu sayyaf, pembajakan dua kapal berbendera Indonesia kembali terjadi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Empat orang warga negara Indonesia (WNI) diculik.

Berdasarkan keterangan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia, terdapat sepuluh anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia dalam dua kapal yang dibajak. Kesepuluh WNI itu berada di dalam kapal ketika diserang oleh perompak dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju ke Tarakan. Dua kapal yang diserang yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi.

“Kapal membawa 10 orang ABK WNI. Dalam peristiwa tersebut 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik,” demikian siaran pers resmi dari Kementerian Luar Negeri RI.

Empat ABK WNI yang diculik oleh pembajak hingga kini belum diketahui nasibnya. Satu WNI yang luka tembak itu langsung diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia dan langsung dilarikan ke wilayah Malaysia yang terdekat. WNI itu langsung mendapat perawatan dan kondisinya kini dilaporkan telah cukup stabil.

Selain yang luka tembak, lima ABK WNI lainnya beruntung karena masih bisa selamat. Saat ini mereka dan kedua kapal yang dibajak, bersama Polisi Maritim Malaysia di Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia. Mereka dalam kondisi aman.

“Kementerian terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina, Konsulat RI di Tawau juga terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia di wilayah itu,” demikian lanjut Kemenlu dalam siaran persnya.

Kemenlu sendiri belum mendapat informasi lebih lanjut soal detail peristiwa dan siapa penculik empat WNI ABK kapal.Saat ini koordinasi terus dilakukan demi mengumpulkan informasi sekaligus menyelamatkan empat ABK WNI yang diculik pembajak.

Mengingat seringnya terjadi pembajakan di perairan perbatasan Filipina dan Malaysia, pemerintah juga berjanji akan mengambil langkah tegas. Salah satunya, mengajak negara tetangga meningkatkan keamanan khususnya di wilayah perairan perbatasan antarnegara.

Indonesia juga masih berupaya membebaskan 10 ABK WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Kesepuluh WNI itu juga mulanya diculik dan disandera dari kapal yang bertolak dari Banjarmasin menuju Filipina, pertengahan Maret.

Untuk pembebasan mereka yang diculik dari kapal tongkang Anand 12 dan Brahma 12 itu, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan Rp15 miliar.(Bj50)

Advertisements