Home News Update Kak Seto Berikan Trauma Healing Murid RAT Amanah Ummah

Kak Seto Berikan Trauma Healing Murid RAT Amanah Ummah

Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi berikan trauma healing bagi anak TK Raudatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah.

KLATEN, 18/4 (BeritaJateng.net) – Prihatin dengan kondisi psikis murid Raudatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah Ummah, Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi kunjungi murid di kelompok bermain tersebut. Seto Mulyadi merasa kondisi psikis anak TK tersebut harus segera dipulihkan.

Selama ini kondisi psikis murid TK tersebut mengalami trauma pasca
menyaksikan secara langsung aksi penggeledahan rumah yang juga difungsikan sebagai sekolah TK oleh Tim Detasemen 88 Anti Teror Mabes Polri pada Rabu (9/3/2016) lalu.

Mereka dikejutkan dengan kedatangan rombongan polisi berseragam lengkap dengan rompi, helm, dan senjata laras panjang masuk ke sekolah.

Pantauan beritajateng.net dilokasi sekolah Raudatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah Ummah, pengelola yayasan meminta agar media saat mengambil gambar atau foto tidak mendekat ke lokasi tempat mereka belajar. Namun dari jarak jauh, pasalnya mereka masih ketakutan jika melihat banyak orang dengan membawa kamera.

Kehadiran Seto Mulyadi disambut gembira oleh murid Raudatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah Ummah. Mereka berebutan untuk saling berjabat tangan dengan pencipta boneka Komo ini.

Seto Mulyadi yang biasa di panggil Kak Seto ini mencoba berkomunikasi dengan anak-anak dengan bercerita dan mengajak bernyanyi bersama. Kak Seto bahkan berjanji akan datang kembali dengan membawa permainan sulap.

Ditemui usai memberikan trauma healing pada murid murid Raudatul Athfal Terpadu (RAT) Amanah Ummah, Kak Seto menyampaikan wajar jika mereka masih memiliki rasa trauma akibat kejadian penggerebekan di tempat mereka belajar.

“Kita berharap kedepannya kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai anak trauma kepada bapak dan ibu Polisi,” jelas Kak Seto di Klaten Jawa Tengah, Senin (18/4/2016).

Anak-anak sebagai generasi muda yang harus diayomi dan dilindungi. Jangan sampai Polisi yang selama ini dikenal sebagai sahabat dan pengayom masyarakat justru semakin di jauhi masyarakat.

Menurut Kak Seto, sejak awal pihaknya sudah mengkritisi masalah tersebut (penggerebegan di lokasi TK). Pasalnya kondisi psikis masing-masing anak berbeda. Pantauan awal pihaknya tak melihat adannya gangguan psikis kejiwaan berat yang dialami anak-anak ini.

“Meski begitu kita tetap akan pantau terus perkembangan kondisi psikis mereka,” jelasnya.

Kak Seto juga menyampaikan apapun kasusnya yang paling diutamakan adalah masalah perlindungan terhadap anak sebagai individu yang memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan. (Bj24)