Home Lintas Jateng Jutaan Kerang Terdampar di Pantai Pungkruk

Jutaan Kerang Terdampar di Pantai Pungkruk

Foto/Ist

Jepara, 11/12 (Beritajateng.net) – Fenomena tidak lazim terjadi di Pantai Pungkruk, Kabupaten Jepara. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan kerang terdampar di pantai. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara, pun segera melakukan penyelidikan atas fenomena alam yang terjadi di perairan laut Jepara tersebut.

Berdasarkan keterangan warga Desa Wonorejo, kemunculan kerang laut dalam jumlah ribuan tersebut terjadi sejak Rabu (10/12) sore.

Muladi, salah seorang nelayan asal Desa Wonorejo menduga, munculnya kerang laut jenis kerang hijau tersebut karena arus laut yang cukup deras sehingga menghempaskan kerang laut secara bergerombol tersebut ke tepi pantai.”Kejadian tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi,” ujarnya.

Fenomena alam yang tidak biasa tersebut menjadi daya tarik warga untuk datang ke pantai guna mengambil kerang laut tersebut dengan mengumpulkannya dengan karung plastik. Meski demikian, cukup banyak kerang yang berserakan di tepi pantai yang mulai membusuk sehingga memunculkan bau tak sedap.

“Kami memang belum bisa memastikan penyebab munculnya ratusan ribu ekor kerang laut yang terdampar di Pantai Pungkruk turut Desa Wonorejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara itu,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara, Acid Setiawan Kamis.

Untuk mengetahui pemicu munculnya kerang laut tersebut, kata dia, nantinya pemkab akan mencoba menggandeng tim ahli dari Universitas Diponegoro Semarang.

Apalagi, lanjut dia, terdamparnya kerang di pantai Jepara selama ini memang belum pernah terjadi.”Selama ini Kabupaten Demak yang mudah ditemukan kerang,” ujarnya.

Ia menganggap, hal itu memang fenomena yang tidak lazim karena selama ini belum pernah terjadi di Jepara, karena dalam waktu yang hampir bersamaan kerang laut tersebut bisa timbul secara massal dan terbawa arus hingga ke tepi pantai.

Selama tidak ada pencemaran di laut setempat, kata dia, kerang tersebut dipastikan aman ketika dikonsumsi masyarakat setempat. “Nantinya perlu diselidiki apa pemicunya hingga timbul kerang dalam jumlah ribuan bahkan bisa lebih,” ujarnya.(ant/ss)