Home Headline Jurusan PLS FIP UNNES Beri Pelatihan Eco Print di Warga Ngijo Gunungpati

Jurusan PLS FIP UNNES Beri Pelatihan Eco Print di Warga Ngijo Gunungpati

Pelatihan Eco Print warga Gunungpati oleh Jurusan PLS FIP UNNES

Semarang, 6/10 (BeritaJateng.net) – Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang (PLS FIP UNNES) menyelenggarakan Pelatihan Eco Print berbasis Participatory Learning and Action (PLA) di Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Tridharma Perguruan Tinggi yang terus digaungkan.

Pelatihan ini merupakan wujud kerjasama antara Jurusan PLS FIP UNNES dengan Kelurahan Ngijo yang diimplementasikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh dosen dibantu dua mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

Pelatihan yang diikuti oleh para ibu rumah tangga yang tergabung dikelompok PKK dengan menghadirkan narasumber Herlina, S.Pd sebagai instruktur dalam pelatihan eco print.

Pelatihan ini digelar secara luring di Rumah Bapak Abdul Malik pada hari Kamis, 18 September 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan sambutan ketua Pengabdi Dr. Mintarsih Arbarini, M.Pd. dilanjutkan sambutan dari perwakilan kelompok PKK yang menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pelatihan eco print yang diselenggarakan Jurusan PLS FIP UNNES.

Ketua tim pengabdi, Dr. Mintarsih Arbarini, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan harapan dari pelatihan eco print ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan dalam jangka panjang mendapat penghasilan dan semoga bisa ditularkan kepada saudara, tetangga, serta ibu-ibu lain yang tidak tergabung dalam kegiatan pelatihan ini.

Selain itu, Herlina, S.Pd selaku instruktur pelatihan menegaskan bahwa eco print sangat mudah di kuasai oleh ibu-ibu peserta pelatihan dengan alat-alat yang mudah diakses di toko-toko dan bahan-bahan yang bisa didapat alam dan lingkungan sekitar.

“Pelatihan ini mudah, bahannya juga gampang ditemukan disekitar, yang sulit adalah mengasah dan melatih untuk menumbuhkan inovasi, insting, serta beberapa hal penting dalam memproduksi eco print sehingga mempunyai daya tarik konsumen,” ujar Herlina.

Tindaklanjut dari pengabdian tersebut yaitu ibu-ibu peserta pelatihan diberikan bekal kain, tawas, tanaman untuk bahan latihan, dan beberapa peralatan lain untuk melatih kemampuan dalam membuat produk dengan mengedepankan inovasi-inovasi guna mempunyai nilai jual. (Ak/El)

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 10 =