Home Headline Jurnalis Perempuan Semarang Gelar Aksi Keprihatinan

Jurnalis Perempuan Semarang Gelar Aksi Keprihatinan

Aksi keprihatinan Jurnalis Perempuan Semarang
Aksi keprihatinan Jurnalis Perempuan Semarang
Aksi keprihatinan Jurnalis Perempuan Semarang

— Kasus Pembunuhan Angeline

Semarang, 16/6 (BeritaJateng.net) –
Kasus Angeline menggemparkan banyak pihak. Tragedi yang dialami Angeline membuka mata hati yang mendengar cerita tragisnya. Termasuk jaringan jurnalis perempuan dan yayasan bunda perlindungan anak Jawa Tengah. 

Ketua Jaringan Jurnalis Perempuan, Rita Hidayati mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian anak Indonesia dan doa untuk Angeline.

“Kejadian yang menimpa Angeline di Bali merupakan keprihatinan terhadap nasib anak Indonesia. Kekerasan terhadap anak masih sering terjadi ditengah masyarakat contohnya Angeline. Potret bahwa tidak semua tempat di Negara kita aman bagi anak-anak,” paparnya.

Jaringan Jurnalis Perempuan dan Yayasan Bunda Perlindungan Anak Jawa Tengah menuntut untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Angeline. Mengungkap dalang pelaku pembunuhan. Menghukum mati pelaku pelecehan seksual dan pembunuh anak.

Meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak di lingkungan sekitar. Pemerintah harus tegas dalam upaya menegakkan upaya perlindungan anak, bukan hanya slogan.

“Menyerukan kepada orang tua, guru, untuk memperhatikan anak-anaknya. Aksi damai kami membagikan mawar merah kepada pengguna jalan. Tujuannya mendapatkan perhatian, perlindungan hukum pada kasus serupa di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Endang Estanti menyerukan satu hati dan kata untuk melindungi anak Indonesia.

“Pelaku pelecehan dan pembunuhan anak tidak hanya dihukum 15 tahun, melainkan hukuman mati. Kepolisian Bali lambat menangani kasus Angeline. Kasus Angeline seharusnya ditarik ke Mabes Polri. Anak-anak butuh dilindungi supaya tidak ada Angeline lain,” teriaknya. (Mg-1)