Home Nasional Juliari Batubara: Generasi Muda Jangan Takut Berpolitik

Juliari Batubara: Generasi Muda Jangan Takut Berpolitik

Juliari memberi arahan dan pengetahuan empat pilar kebangsaan kepada pelajar dan mahasiswa Semarang.

Semarang, 22/4 (BeritaJateng.net) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Juliari P Batubara menegaskan generasi muda untuk tidak takut berpolitik atau masuk dalam dunia politik.

“Ada yang bilang politik itu kotor, dan sebagainya. Ya, kalau kalian (generasi muda, red.) tidak masuk, ya, akan kotor terus,” kata politikus PDI Perjuangan itu di Semarang, Jumat.

Hal itu diungkapkan Ari, sapaan akrab Juliari saat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan MPR RI dan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Semarang.

Menurut dia, kehadiran generasi muda untuk berpolitik diharapkan mampu “membersihkan” praktik-praktik yang kurang benar dalam perpolitikan sehingga tercipta politik yang bersih dan sehat.

“Saya mengharapkan banyak generasi muda masuk ke politik. Jangan kemudian karena menganggap politik itu kotor, dan sebagainya, kemudian tidak mau menyentuh sama sekali,” katanya.

Terutama, kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu, kehadiran kaum perempuan, mengingat selama ini masih minim perempuan berpolitik.

Ari juga meminta generasi muda tidak patah semangat dengan kian minimnya figur-figur elite yang bisa dijadikan teladan, sebab keteladanan tidak harus didapatkan dari orang yang masih hidup.

“Panutan saat ini tidak banyak, namun jangan putus asa. Tidak selalu orang yang masih hidup (dijadikan panutan, red.). Misalnya, saya meneladai perjuangan ayah dan kakek saya,” katanya.

Banyak juga pahlawan-pahlawan yang bisa dijadikan panutan dan diteladani sikap-sikap, serta semangat kepahlawanannya, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah yang bisa dijadikan teladan.

Bahkan, Ari meminta generasi muda terdorong menjadikan dirinya sebagai panutan kawan-kawannya, dalam lingkup sekecil apapun sehingga menginspirasi orang lain untuk berbuat lebih baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng Prof Yusuf Suyono mengatakan “superhero” tidak harus terkenal, tetapi bagaimana bisa bermanfaat bagi banyak orang.

“Banyak ‘superhero’ yang tidak ingin dikenal banyak orang, namun terus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Masih ada Rasulullah juga yang menjadi idola seumur hidup,” pungkasnya.(Bj)