Home Lintas Jateng Juli 2018, Daerah Genuk Bebas Rob dan Banjir

Juli 2018, Daerah Genuk Bebas Rob dan Banjir

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau lokasi Rob di Genuk.
       Semarang, 9/2 (BeritaJateng.net) – Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno memastikan mulai Juli 2018, tidak akan ada lagi banjir dan rob yang merendam Genuk selama berhari-hari.
         Saat ini pihaknya sedang melakukan percepatan normalisasi Sungai Sringin dan pembuatan DAM untuk menanggulangi banjir rob yang kerap melanda wilayah Genuk, Kota Semarang. Dari jadwal semula proses normalisasi akan selesai 2019 mendatang, dipastikan bisa selesai Juni 2018 ini.
         “Maret besok pembuatan tanggul akan selesai sampai ketinggian 2,75 meter. Kami percepat agar pengendalian banjir dan rob yang sudah meredahkan masyarakat bisa tertangani,” kata Ruhban.
         Nantinya, lanjut Ruhban, selain pembuatan tanggul juga akan dibuat dua bendungan dengan pompa besar. Pompa tersebut berada di hilir sungai Sringin dengan kapasitas 10.000 liter per detik dan di hilir sungai Tenggang dengan kapasitas 12.000 liter per detik.
         Ruhban menyebutkan, air yang menggenangi Genuk saat ini bukan air rob melainkan banjir air hujan. Untuk penanganannya, pihaknya telah mengerahkan puluhan pompa di enam titik.
        “Ada di sungai Tenggang (7 pompa), Terminal Terboyo (5 pompa), Sringin Lama (6 pompa), Sringin Baru (4 pompa), sungai Babon (3 pompa), dan makan Genuk (1 pompa),” paparnya.
         Terkait penutupan hilir tiga sungai yaitu Sringin Lama, Sringin Baru dan Tenggang, menurut Ruhban justru hal itu langkah tepat. Karena jika ketiga sungai tersebut tidak ditutup maka air laut akan merendam wilayah timur Kota Semarang.
         “Sekarang itu kami buka sementara dengan catatan kalau elevasi air laut rendah. Kalau elevasinya tinggi maka kami tutup lagi agar tidak masuk. Kalau dibuka permanen, itu justru keliru,” jelasnya. (El)