Home Lintas Jateng Jubir LUIS: Densus 88 Sempat Todongkan Senjata dan Sita Susu Bubuk

Jubir LUIS: Densus 88 Sempat Todongkan Senjata dan Sita Susu Bubuk

Endro (Baju putih) Jubir LUIS.
Endro (Baju putih) Jubir LUIS.
Endro (Baju putih) Jubir LUIS.

Solo, 16/8 (BeritaJateng.net) –  Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) yang diwakili oleh Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Investigasi Komnas HAM Siane Indriani bersama dua anggota Komnas HAM lainnya Teni Karnila, Devi Rulyat  juga mendatangi rumah Sugiyanto yang ikut ditangkap oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, di Jalan Kyai Mojo Rt 06/Rw 4, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. 

Seperti yang terjadi di rumah Ibadur Rahman,  kondisi serupa juga terjadi di rumah Sugiyanto yakni adanya dugaan terjadi kekerasan saat melakukan  penggeledahan oleh tim Densus 88. Tim Densus juga mengamankan  susu bubuk kaleng milik putri kembar Sugiyanto, Naila dan Laila (3).

Keterangan dari Juru bicara Laskar Umat Islam Surakarta (Luis) Endro Sudarsono yang juga ikut dalam rombongan Komnas HAM menjelaskan petugas tidak hanya mengambil susu khusus milik anak Sugiyanto. Namun saat penggerebekan ada dugaan tindak kekerasan dimana pintu mobil yang digunakan tim Densus sempat terkena sepeda motor yang kebetulan dinaiki Ira Juwita dan anaknya Dava (5) dan Jihan (3) saat akan keluar dari rumah Sugiyanto. 

Ira yang merupakan tetangga Sugiyanto terjatuh ketika pintu mobil dibuka dan mengenainya.  Sepeda motornya yang kemudian jatuh. Dan menindih tubuh Ira dan anaknya juga benjol kepalanya karena terbentur saat jatuh. Bahkan Ira juga sempat ditodong senjata di depan kedua anak balitanya.  

“Ira tetangga Sugiyanto terjatuh karena terdorong pintu mobil yang dibuka oleh tim Densus 88. Bukannya di tolong, Ira justru ditodong senjata,” terang  Endro, di rumah Giyanto, Minggu (16/8/2015).

Salah satu sepupu dari Giyanto, Suprapti juga mengaku kepada tim Komnas HAM bahwa saat penggeledahan dilakukan petugas juga tidak menunjukkan surat penggeledahan dan penangkapan. Namun petugas tetap memaksa masuk dan menodongkan senjata pada penghuni rumah. (BJ24)