Home Headline Jokowi Malu Dengan Tawaran Presiden Vietnam, Kenapa?

Jokowi Malu Dengan Tawaran Presiden Vietnam, Kenapa?

image
Presiden Joko Widodo saat melakukan penanaman pohon dalam kunjungannya ke Wonogiri, Sabtu (29/11). (BJ/HD)

Wonogiri, 29/11 (Beritajateng.net) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan tercapainya swasembada beras dalam jangka waktu maksimal tiga tahun mendatang. Sebagai salah satu upaya untuk mencapainya, pemerintah akan membangun waduk penampung air irigasi. Tidak tanggung-tanggung, jumlah waduk yang akan dibangun mencapai 49 buah.‬‪

Demikian diungkapkan presiden Jokowi, saat menghadiri acara  penanaman bibit pohon di Lapangan Desa Tempursari, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Sabtu (29/11). Kegiatan tersebut sebagai puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2014.‬‪

Diungkapkan Jokowi, beberapa waktu lalu, dirinya berjumpa dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang. Dalam perjumpaan itu, Presiden Jokowi, ditawari Truong Tan Sang soal beras asal Vietnam yang siap dikirim ke Indonesia.‬‪ “Saya ditawari apakah akan mengimpor beras dari Vietnam. Saya sungguh malu dengan tawaran itu, kenapa? Karena Indonesia itu negara agraris, apapun tanamannya pasti tumbuh disini, masak iya mau import beras dari sana?,”ungkap Jokowi.

‬‪Tak ingin rasa malu itu terus bercokol dalam hati, Jokowi kemudian bertekad tak ingin mengimpor beras dari Vietnam, maupun negara lainnya. Indonesia harus bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri. Satu-satunya jalan, adalah dengan pencapaian swa sembada beras.‬‪ Di hadapan sejumlah gubernur dan menteri yang turut hadir dalam acara tersebut, mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, tidak perlu waktu lama untuk mencapai swasembada beras.

Dia menargetkan maksimal swasembada beras harus tercapai dalam tiga tahun mendatang.‬‪“Selain beras harus pula bisa swa sembada jagung. Karena jagung merupakan salah satu sumber pangan alternatif,” tegasnya.

‬‪Namun demikian, untuk mencapai swa sembada beras, perlu kerja ekstra keras. Selain mengintensifkan pola pertanian, mesti pula ditempuh upaya memperlancar infrastruktur pertaniannya. Salah satunya penyediaan air bagi irigasi yang lebih baik, yakni dengan membangun waduk maupun cekdam. (HD/pj)