Home Nasional Jokowi Instruksikan Pembenahan Aspek Kemudahan Berusaha

Jokowi Instruksikan Pembenahan Aspek Kemudahan Berusaha

Jakarta, 20/1/16 (BeritaJateng.net) – Presiden Joko Widodo menginstruksikan perbaikan menyeluruh dalam sepuluh aspek kemudahan berusaha, jika ingin perekonomian nasional dapat bergerak cepat.

Sepuluh aspek ini di antaranya perizinan mendirikan bangunan, pendaftaran properti, penyambungan listrik, pembayaran pajak, perdagangan lintas negara, akses perkreditan, perlindungan pada investor minoritas, penegakan kontrak, sampai masalah penyelesaian kepailitan.

“Saya yakin bisa, dengan cara itulah saya yakin perekonomian nasional kita akan bergerak lebih cepat lagi,” kata Jokowi di ¬†Istana Presiden Jakarta, Rabu(20/1/16).

Evaluasi kinerja dilakukan tiap pekan, tiap bulan, tiap tiga bulan, dan enam bulan terhadap jajaran pemerintah di pusat maupun di daerah.

“Saya akan menilai kinerja Jajaran Pemerintahan secara menyeluruh Kalau langkah-langkah perbaikan masih lambat saya akan sampaikan,” lanjutnya.

Presiden mengakui dalam beberapa aspek seperti perizinan, pendirian bangunan, pembayaran pajak, penyambungan listrik dan perkreditan sudah terlihat adanya perbaikan.

Namun, menurut Jokowi dalam aspek memulai usaha, perdagangan lintas negara, perlindungan terhadap investor minoritas serta penyelesaian perkara kepailitan justru terjadi penurunan.

Presiden mengatakan tujuan pemerintah bukan semata memperbaiki peringkat dalam survei kemudahan berusaha, namun perbaikan konkret yang bisa dirasakan pengusaha.

“Jangan hanya perbaikan peringkat survei saja tetapi harus fokus pada pebaikan yang betul-betul konkret sehingga dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha dan investor,” pungkasnya.

Presiden menyatakan akan terus memonitor langkah perbaikan yang dilakukan kementerian/lembaga dalam dalam mewujudkan kemudahan berusaha serta capaian-capaiannya.

Di antara negara ASEAN, Indonesia masih tertinggal jauh tertinggal dalam kemudahan berusaha. Pada 2016, Indonesia berada pada posisi 109 dari 189 negara yang disurvei.(Bj50)