Home Ekbis Jepara Perlu Kembangkan Pengelolaan Perikanan Kreatif

Jepara Perlu Kembangkan Pengelolaan Perikanan Kreatif

image

Jepara,17/4, (beritajateng.net) – Kondisi perairan di Jepara saat ini sudah mengalami overfishing atau penangkapan ikan secara berlebihan. 

Untuk itulah perlu dikembangkan pengelolaan perikanan kreatif. Dengan pengelolaan perikanan kreatif akan berdampak pada peningkatan kwalitas lingkungan sumberdaya perikanan dan juga kwantitas hasil produksi perikanan. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jepara, Subroto.

Di depan para nelayan, Wakil Bupati Subroto mengatakan, saat ini yang paling dibutuhkan di bidang perikanan adalah pengelolaan perikanan yang kreatif. Jadi, tidak asal tangkap saja di laut lepas, namun ada upaya untuk pembudidayaan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dijelaskan Subroto, selama ini kaum nelayan masih mengandalkan hasil tangkap, tanpa disertai adanya peremajaan (pembudidayaan), sehingga lambat laun kondisi ini akan semakin buruk.

“Stok alam saat ini semakin berkurang, jika tidak ada penangkaran maka akan semakin habis” ujar Subroto.

Dijelaskan Subroto, dengan perahu sopek tiap harinya nelayan hanya mampu mendapat sekitar 5kg ikan/hari, Jika 1kg dihargai Rp 10 rb maka mereka tiap hari rata rata hanya mampu mendapatkan Rp 50 rb/hari. Jika dikerjakan dua orang, maka masing-masing hanya mendapatkan Rp 25 ribu. Hal ini, tentu saja berbeda jika mereka dapat melakukan pembudidayaan ikan.

“Jika kita amati, penghasilan para nelayan terbilang rendah,” jelasnya.

Dibanding tahun 2011 dan 2012, jumlah produksi ikan laut basah di Jepara meningkat tahun 2013. Tahun 2011 produksi ikan sebesar 6.712 ton dengan nilai jual Rp. 32,5 milyar. Tahun 2012 menjadi6.991,8 ton atau meningkat 279 ton (4,2%) dengan nilai Rp 33 milyar, serta tahun 2013 meningkat menjadi 7,032 ton. Jumlah nelayan di Jepara ada 13.090 orang dengan armada penangkapan 3.514 kapal. 

Sementara, produksi perikanan budidaya tahun 2013 sebesar 2.788,94 ton dengan 752 unit pembudidaya. Sedangkan budidaya air tawar dengan luas lahan 14,8 hektar dan dengan jumlah pembudidaya 982 orang menghasilkan 432,9 ton. Sedangkan potensi rumput laut, tahun lalu dibudidayakan oleh 492 orang dengan 1.155 unit usaha dan jumlah produksi 64 ton.

“Potensi pengembangan rumput laut di Jepara sebenarnya masih terbuka lebar mengingat dari lahan 1.274 hektar baru tergarap 282 hektar,” pungkas Subroto. (BJ18)