Home Headline Jenazah Alex Komang Tiba di Rumah Duka Pukul 01.00 WIB

Jenazah Alex Komang Tiba di Rumah Duka Pukul 01.00 WIB

Jenazah Alex Komang tiba di rumah duka
Jenazah Alex Komang tiba di rumah duka

Jepara, 14/2 (BeritaJateng.net) – Suasana duka menyambut kedatangan jenasah Alex Komang, di rumah duka RT 2 / RW 4 Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Sabtu dini hari. Jenasah Alex Komang tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00.

Para tetangga yang telah menunggu kedatangan jenasah sejak Jumat Malam, turut berbelasungka atas meninggalnya aktor kenamaan yang  memiliki nama asli syaifin Nuha. Bersama keluarga, para tetangga melafalkan doa bersama untuk mendiang Alex komang. 

Mesti tampak tegar, raut wajah kesedihan tak mampu disembunyikan oleh keluarga maupun tetangga dekat yang turut bertakziyah. Ini  terpancar dari raut muka Ainun Najib, saudara bungsu Alex Komang.

Lelaki yang akrab disapa Najib menuturkan, pada saat kakaknya pulang ke Jepara Alex Komang sempat mengeluh sakit akhir tahun 2014. 

Oleh keluarga Alex kemudian diperiksakan di Rumah Sakit Graha Husada Jepara. Setelah kondisinya membaik, ia bertolak ke Jakarta dan kembali masuk rumah sakit.

”Untuk memudahkan keluarga Jepara menjenguk akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Salatiga. Ia divonis terkena kanker hati,” ungkap Najib.

Baru pada Kamis (12/2) lalu sekitar pukul 18.00, Ia dirujuk lagi ke Rumah Sakit Kariyadi Semarang. Alex memasuki ruang unit gawat darurat (UGD) sekitar pukul 01.00 dini hari.

Bapak dari Aisya Hana Amani dan Ali Hasani ini menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.00 pada Jumat (13/2) tadi malam.
Jenazahnya rencana dimakamkan di pemakaman Islam Sri Randu desa setempat usai Sholat Dhuhur. 

”Keinginan keluarga ingin secepatnya. Kalau bisa sebelum duhur. Namun banyak teman yang di Jakarta inginwaktu pemakaman diundur. Mereka bermaksud ingin mengikuti upacara pemakaman kakak,” kata Najib.

Alex Komang merupakan putra ke empat dari pasangan Sohibul Munir dan Khosiyah. Secara berurutan saudaranya adalah Mualimah, Nailin Nikmah, Nikmatun Khoiriyah, Saifin Nuha (almarhum), Zaid Farid, Nur Anisa, Lutfil Hakim, dan Ainun Najib.

Alex kecil menempuh pendidikan di SD Pecangaan Kulon, kemudian PGA Pecangaan, sempat drop out MA Walisongo, dan dilanjutkan di MA Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan. 

Sekitar Dalam belajar agama ia menjalani aktivitas sebagai santri kalong di Pondok Pesantren Samrotul Hidayah. Di sana ia diasuh, Mustain Syafii.

Sekitar tahun 1980-an, Alex meninggalkan Kota Ukir untuk mengadu nasib ke ibu kota Jakarta. Di Jakarta ia tak hanya bekerja namun juga mengasah bakatnya belajar seni di gelanggang remaja bulungan Jakarta. Ia memilih mendalami seni teater di tempat tersebut.

Di mata keluarga, ia dikenal sebagai figure yang tekun dan tanggungjawab.

“Ia kakak yang baik. Saya dapat bisa berkarir dengan baik juga berkat dorongan dari dia,” katanya.

Sementara itu, Muzaka teman semasa kecilnya mengatakan sejak kecil ketika Alex belajar ngaji di pondok abahnya, Alex sudah tertarik
dengan seni drama maupun teater.

“Bahkan dulu waktu sunatan ia menampilkan seni teater,” imbuhnya. (BJ18)