Home Headline Jembatan Singopadu Karangawen Mendesak Diperbaiki

Jembatan Singopadu Karangawen Mendesak Diperbaiki

Semarang – 13/10 (BeritaJateng.net) – Jembatan Singopadu yang menghubungkan Desa Sidorejo Karangawen dan Desa Tlogoweru Guntur yang putus setelah diterjang banjir beberapa waktu yang lalu mendesak untuk diperbaiki. Hal ini mengingat fungsi jembatan tersebut sangat strategis dilalui untuk angkutan hasil pertanian dari kedua desa tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Hj. Nur Saadah mengatakan, jembatan itu putus karena telah ambrol di  ujung jembatan yang panjangnya sekitar 2 meter akibat diterjang banjir.  Usaha perbaikan sudah dilakukan, namun hanya ala kadarnya, yaitu dengan menggunakan bambu. Saat ini jembatan hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki saja. Sepeda motor apalagi mobil tidak bisa melintas.

“Saat ini hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda ontel. Padahal jembatan ini menjadi akses utama jalur perekonomian warga setempat, yaitu untuk mengangkut hasil pertanian,” ungkapnya, Kamis (13/10).

Politisi yang akrab disapa Ida ini mengatakan, pekan kemarin Gubernur Ganjar Pranowo juga sudah mengunjungi lokasi ini dan telah mengintruksikan untuk segera diperbaiki. Namun  untuk melakukan perbaikan mengalami kendala. Pasalnya, yang rusak dan perlu penanganan tidak hanya jembatannya saja, namun juga tanggul Sungai Jratun di bawah jembatan, yang juga ambrol.

Ambrolnya tanggul itu menyebabkan air meluap dan membanjiri warga sekitar. Untuk perbaikan tanggul bisa langsung ditangani oleh  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, namun untuk perbaikan jembatan diserahkan kepada Pemkab Demak dan ternyata di Pemkab Demak tidak ada dana yang mencukupi.

“Kita sudah mengecek ke Pemkab Demak, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan, & Energi (DPUPE) Kabupaten Demak. Di sana ada anggaran tapi hanya Rp 200 juta. Angka itu tentu kurang banyak. Menurut saya, lebih baik anggaran tidak digunakan dulu, sebab kalau digunakan malah muspro,” kata.

Dikatakan muspro, kata Ida, karena berdasarkan perhitungan DPUPE Kabupaten Demak, setidaknya butuh anggaran hingga Rp 2 Miliar, jumlah itu hanya untuk sekedar perbaikan yang penting jembatan bisa kembali dilewati kendaraan seperti semula. Namun jika jembatan ingin diperbaiki semuanya alias rehab total maka dibutuhkan anggaran Rp 6 Miliar.

“Melihat anggaran sebesar itu, jelas tidak mungkin bisa dilakukan dengan segera. APBD jelas tidak bisa langsung menganggarkan pada tahun 2017, karena pelaksanaan musrenbang 2017 sudah selesai.  Solusinya, Pemkab Demak segera mengajukan anggaran ke BPBD Jawa Tengah. BPBD ada anggaran, dan kerusakan jembatan itu juga akibat dari bencana. Nanti prosesnya bisa lebih cepat,” katanya menyarankan.

Data di DPUPE Kabupaten Demak, jembatan yang berada di Kecamatan Karangawen itu usianya sudah tua. Jembatan Singopadu dengan panjang 32,5 meter dan lebar 3,20 meter dibangun pada 1980 dan hanya direhab sekali pada 2010. Bagian bawah pondasi jembatan juga sudah bergeser dari posisi awal dan bagian penguat bawah jembatan rusak tergerus air Sungai cabean.

(BJ13)