Home Lintas Jateng Jembatan Hanyut,  Akses Dua Desa Terputus

Jembatan Hanyut,  Akses Dua Desa Terputus

KARANGANYAR, 11/2 (BeritaJateng.net) –Kabupaten Karanganyar merupakan zona merah rawan bencana baik tanah longsor maupun puting beliung.
Di guyur hujan deras beberapa waktu terakhir dusun Tasin, Beruk, Jatiyoso, Karanganyar longsor dan membuat dua desa di wilayah tersebut terputus jalurnya.

Pasalnya longsoran tersebut menutuo jembatan yang menghubungkan dua dusun yakni Pengkok dan Pondok desa Beruk. Untunglah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena lokasinya jauh dari perkampungan.

Rifan Fernandi salah satu anggota dari Sar Karanganyar Emergency (KE) menjelaskan pantauan di lapangan ada sekitar 139 keluarga di dua dusun tersebut terisolasi. Dan tidak ada jalur alternatif yang bisa dilalui ke dua dusun ini.

“Akses Jalan Ngantirejo menuju Pengkok dan Pondok putus. Jembatan hilang karena banjir bandang,” jelasnya di Karanganyar Kamis (11/2/2016) dini hari tadi.

Masyarakat lanjut Rifan hanya bisa melewati jalan setapak itupun hanya bisa dilewati pejalan kaki. Kondisinya lokasi tersebut masih di guyur hujan meski intensitasnya sedang.

Sementara itu akibat meluapanya sungai Bengawan Solo juga merendam perumahan warga di  Dusun Ndaleman Baru RT 07 RW] 06 Desa Ngringo, Jaten. Ada sekitar 32 rumah, 36 KK, 114 jiwa.

Petugas pintu jurug ketinggian air 8,89 memasuki zona merah atau siaga 3. Warga siap mengungsi jika air terus meluap. Bahkan satu pintu air di Demangan semalam sudah di buka satu. (Bj24)

Advertisements