Home Hukum dan Kriminal Jelang Puasa Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

Jelang Puasa Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

Razia Miras
Razia Miras

Kudus, 25/5 (Beritajateng.net)-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudusberhasil menyita seratusan botol minuman keras berbagai merek dari dua tempat berbeda. Operasi pertama dilakukan di Desa Besito, Kecamatan Gebog dan operasi kedua dilakukan di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo.

“Dari dua warung yang kita datangi, kita menyita 128 botol minuman keras (miras) yang dijual secara terbuka. Perbuatan pemilik tempat usaha menjual minuman beralkohol jelas melanggar peraturan daerah (perda),” kata Ka Satpol PP Kudus, Abdul Halil, Senin (25/5).

Ditambahkan, rencananya operasi yang digelar saat itu menyasar tiga warung. Hanya saja, ketika petugas Pol PP mendatangi satu warung yang ada di Desa Cendono, Kecamatan Gebog ternyata warung tersebut tutup.

“Karena salah satu warung yang akan kita periksa tutup, anggota kita tidak bisa masuk karena kita tidak memiliki kewenangan membuka paksa. Ya, terpaksa kita balik kanan,” imbuhnya.

Dari 128 botol miras yang berhasil disita, lanjutnya, 105 didapat dari warung yang ada di Desa Besito, sisanya yang 23 botol dari warung yang ada di Desa Gulang. Rencananya, perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke Polres Kudus agar bisa diajukan ke PN Kudus untuk digelar tindak pidana ringan (tipiring).

Penyitaan puluhan botol minuman keras tersebut, masih kata Abdul Halil, pemilik warung berupaya menyembunyikannya. Namun, saat dilakukan pemeriksaan di dalam rumah pemilik warung, petugas mendapatkan puluhan botol minuman keras.

“Pemilik warung yang mengedarkan minuman keras tersebut merupakan pemain lama. Bahkan salah satunya pernah diproses secara hukum, namun ternyata belum jera,” tegasnya.

Tindakan petugas menyita miras tersebut, Satpol PP Kudus berbekal Peraturan Daerah (Perda) nomor 12 tahun 2004 tentang Minuman Beralkohol dimana ditetapkan di wilayah Kudus tidak diperbolehkan menjual minuman mengandung alkohol alias nol persen kandungan alkohol.

“Sanksi orang yang melanggar perda tentang minuman beralkohol memang tergolong ringan. Ancaman hukumannya paling lama tiga bulan pidana atau denda paling sedikit Rp 1 juta dan paling banyak Rp 5 juta,” tandasnya. (BJ12)