Home Ekbis Jelang Nataru, BI Prediksi Penarikan Uang Di Jateng Naik 6 Persen

Jelang Nataru, BI Prediksi Penarikan Uang Di Jateng Naik 6 Persen

602
Penukaran uang di Bank Indonesia

SEMARANG, 23/12 (BeritaJateng.net) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Tengah memprediksi  penarikan uang oleh perbankan menjelang Natal dan Tahun Baru mencapai Rp3,4 triliun. Nilai itu meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Soekowardojo menyampaikan BI memprediksi penarikan uang di Jateng menjelang Nataru 2019 mengalami peningkatan dibandingkan hari normal. Selain itu, ada kenaikan dibandingkan perayaan Nataru pada 2018.

“Menjelang Nataru 2019 perkiraan naik 6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp3,4 triliun,” ujarnya.

Menurut Soeko, peningkatan penarikan uang menunjukkan adanya ekspansi perekonomian saat momen-momen Nataru, yang berimbas ke provinsi, kota/kabupaten, hingga ke pedesaan.

Secara nasional untuk memenuhi kebutuhan uang tunai saat Nataru, BI menyiapkan uang senilai Rp105 triliun. Jumlah itu meningkat 23,8 persen dibandingkan momen yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), BI menyiapkan uang tunai senilai Rp6,8 triliun, meningkat 2,9 persen dari tahun sebelumnya. Kedua provinsi tersebut merupakan salah satu tujuan wisata atau pemudik, sehingga kebutuhan uang tunai diprediksi semakin tinggi.

Namun demikian, bila melihat tren secara historis, jumlah proyeksi penarikan uang oleh perbankan selalu melebihi realisasi. Menurut Soeko, langkah ini merupakan sikap siaga perbankan untuk menyediakan uang secara lebih.

Di sisi lain, masyarakat kian gemar bertransaksi non tunai, sehingga mengurangi kebutuhan uang dalam bentuk fisik.

Berdasarkan data BI, proyeksi penarikan uang oleh perbankan di Jateng mencapai Rp4,5 triliun pada 2016, Rp3,35 triliun pada 2017, dan Rp4,69 triliun pada 2018. Namun, realisasinya masing-masing di bawah itu, yakni Rp2,63 triliun, Rp2,75 triliun, dan Rp3,28 triliun.

“Intinya kami mengantisipasi adanya lonjakan permintaan uang tunai, sehingga BI dan perbankan siap melayani kebutuhan tersebut,” tuturnya. (El)