Home Lintas Jateng Jelang Musim Hujan, Waspadai DBD dan Penyakit Pencernaan

Jelang Musim Hujan, Waspadai DBD dan Penyakit Pencernaan

image
Ilustrasi

Cilacap, 24/11 (Beritajateng.net) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilacap, Jawa Tengah, meminta warga di kabupaten itu mewaspadai penyebaran penyakit saluran pencernaan dan demam berdarah dengue (DBD) menjelang dan selama musim hujan.

“Biasanya ada tren kenaikan kasus penyakit saluran pencernaan seperti muntah dan berak terutama pada anak-anak,” kata Kepala Dinkes Cilacap, Bambang Setiyono di Cilacap, Senin.

Menurut dia, penyakit saluran pencernaan itu biasa terjadi pada akhir musim kemarau hingga awal musim hujan karena kualitas air kurang bagus.

Akan tetapi jika kualitas air sudah mulai bagus, kata dia, penyakit saluran pencernaan itu akan menurun dengan sendirinya.

Kendati terjadi peningkatan, dia mengatakan bahwa penyakit saluran pencernaan tersebut tidak sampai mengakibatkan kejadian luar biasa (KLB).

“Ada peningkatan tetapi tidak sampai terjadi KLB. Kebetulan, kami belum mendata jumlah peningkatan penyakit saluran pencernaan tersebut untuk saat ini,” katanya.

Sementara untuk DBD, dia mengakui penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti itu selama tahun 2014 mengalami penurunan sekitar 50 persen jika dibanding periode yang sama pada tahun 2013.

Sepanjang tahun 2014, kata dia, tercatat sekitar 368 kasus DBD terjadi di Cilacap dan mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Meskipun terjadi penurunan, dia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran penyakit DBD pada musim hujan.

“Masyarakat jangan terlena dengan penurunan angka kasus DBD, pemberantasan sarang nyamuk harus tetap dilakukan dan menjadi kewajiban semua warga,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, pola hidup bersih dan sehat juga harus ditingkatkan agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya penyakit lain yang perlu diwaspadai selama musim hujan, dia mengatakan bahwa untuk sementara hanya penyakit saluran pencernaan dan DBD yang perlu diwaspadai.

“Kalau yang sifatnya akut dan berpotensi menimbulkan KLB ya sementara hanya itu (penyakit saluran pencernaan dan DBD),” katanya.(ant/pj)

Advertisements