Home Headline Jelang Eksekusi, Regu Tembak Tiba di Nusakambangan

Jelang Eksekusi, Regu Tembak Tiba di Nusakambangan

758
Menjelang eksekusi mati jilid 3 pintu masuk dermaga wijayapura dipenuhi kendaraan dan petugas.

Cilacap, 27/7 (BeritaJateng.net) – Rombongan kendaraan yang mengangkut regu tembak dari Brimob Polda Jateng, Rabu (27/7) telah tiba di Pulau Nusakambangan. Regu ini dipastikan yang akan melakukan eksekusi mati terhadap 14 terpidana mati kasus narkoba. Penyiapan regu tembak ini menyusul kepastian dari Kejagung yang menginformasikan akan melakukan eksekusi mati pada akhir pekan ini.

Pantauan di Dermaga Wijayapura sebagai pintu utama masuk ke Nusakambangan, polisi dari Polres Cilacap telah melakukan sterelisasi dikawasan tersebut.

“Kami sterilkan mulai jam 8 pagi (Rabu, 27/7). Tujuannya agar rencana pelaksanaan kegiatan dapat sesuai harapan,” kata Kasubag Humas Polres Cilacap, AKP Bintoro Wasono.

Dalam sterelisasi ini, petugas memasang sejumlah alat untuk membatasi ruang gerak masyarakat umum disekitar dermaga. Karena seperti pelaksanaan eksekusi mati sebelumnya, proses hukuman mati ini selalu menjadi daya tarik ribuan masyarakat yang biasanya berbondong-bondong ke Nusakambangan.

Dalam sterelisasi ini, radius sekitar 100 meter pada jalur jalan utama menuju dermaga dijaga ketat petugas petugas dengan pembatasan palang bambu. Kecuali aparat keamanan, siapapun tak lepas dari ketatnya pemeriksaan petugas.

Setidaknya ada sekitar 1.400 aparat keamanan yang dikerahkan untuk proses eksekusi mati ini, baik dari Polri maupun TNI dengan titik pengamanan utama terpantau disekitar dermaga. Aktifitas dikawasan ini makin meningkat menyusul ratusan wartawan dari berbagai media massa dalam dan luar negeri yang tampak antusias menjalankan peliputan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (27/7) bus Pemkab Cilacap juga tampak memasuki dermaga dan menyeberang ke Nusakambangan. Bus membawa rombongan jaksa eksekutor, sejumlah pejabat Kedutaan Besar dari Nigeria maupun India serta terdapat beberapa anggota keluarga terpidana mati.

Tak berselang lama, koordinator rohaniawan Lapas Nusakambangan, KH.Hasan Makarim juga tampak menyeberang Nusakambangan.

“Biasa saja karena ini rutinitas saya untuk pendampingan para napi” ujarnya.

Sepanjang Rabu (27/7), lalu lalang kendaraan berplat nomor luar daerah tampak hilir mudik mengangkut penumpang yang diperkirakaan terkait dengan pelaksanaan hukuman mati tersebut.

Pukul 14.15 WIB, 17 mobil operasional Polres Cilacap dan enam mobil umum lainnya menyeberang Nusakambangan menggunakan Kapal Pengayoman II.

“Karena di Nusakambangan tidak ada transportasi, jadi mobil ini akan digunakan untuk mengangkut para pejabat yang ada disana dan bisa untuk ngangkut barang. Yang jelas untuk mobilitas di Nusakambangan,” kata AKP Bintoro. (BJ33)

Advertisements