Home Ekbis Jateng Dilirik Sebagai Potensi Investasi

Jateng Dilirik Sebagai Potensi Investasi

Jateng Dilirik Sebagai Potensi Investasi

SEMARANG, 27/11 (BeritaJateng.net) – Potensi-potensi yang dimiliki Jawa Tengah, sangat menarik para investor untuk menanamkan investasi. Hal itu memungkinkan para investor untuk datang dan mengembangkan usahanya di Jawa Tengah.

Seperti halnya Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, HE Xie Feng yang baru bertugas sejak Juni 2016 lalu, melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Indonesia. Hal tersebut dilakukannya, dalam rangka menjajakan jalinan kerja sama atas potensi-potensi daerah yang bisa dilakukan bersama dengan Tiongkok.

Dubes Republik Rakyat Tingkok, HE Xie Feng juga melakukan ramah tamah di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo SH MIP, di Puri Gedeh, Sabtu (26/11/2016). Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH MIP menyambut baik kedatangan Dubes Tiongkok yang datang bersama rombongannya. Kedatangan Dubes Tiongkok tersebut, berniat melakukan kerja sama dengan Jateng.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jateng menawarkan kerjasama terkait sistem transportasi dengan menggunakan kereta api menghubungkan Kabupaten/Kota di Jateng. Dalam kerjasama tersebut, dapat ditanamkan investasi saling menguntungkan. Selain itu, dapat saling juga menularkan transfer teknologi.

“Bisa saja, misalnya sistem transportasi, infrastruktur pelabuhan, atau buat kawasan industri. Kira-kira dimana tempatnya, duduk bareng kita desain bareng. Tenaga kerjanya, saya pengen harus banyak dari Indonesia,” terang Ganjar Pranowo.

Untuk menunjang kerja sama investasi tersebut, Ganjar menyatakan siap menyediakan tenaga kerja terlatih. Misalkan investasi pabrik, butuh waktu dua tahun untuk membangunnya, maka kita siapkan sejak anak-anak SMK kelas 2 dan 3. Setelah lulus, sudah siap diterima kerja.

“Investasi tersebut, menurut saya jangan sampai menimbulkan kecurigaan-kecurigaan nantinya. Maka, kita siapkan dari awal,” jelasnya.

Dalam kunjungan ramah tamah tersebut, sejumlah kerja sama seperti investasi industri, lintas universitas, serta hubungan ketenagakerjaan Indonesia-Tiongkok lainnya, juga menjadi bahasan ringan. Selain itu, promosi di bidang pariwisata antar kedua negara juga dibahas. Sebab, menyebutkan nama Kota Semarang, dalam pikiran dan benak rakyat Tiongkok adalah Cheng Ho atau biasa disebut Klentheng Sam Poo Kong. Oleh karena itu, banyak diantara warga Tiongkok yang banyak mengunjungi kota lumpia ini. (BJ 03)

Advertisements