Home Kesehatan Jamin Keamanan Pangan Masyarakat, Pemkot Semarang Godog Raperda Pangan

Jamin Keamanan Pangan Masyarakat, Pemkot Semarang Godog Raperda Pangan

541
Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan sidak di sejumlah pasar dan supermarket.

SEMARANG, 27/3 (BeritaJateng.net) – Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang mulai menggodog Raperda Keamanan Pangan untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Evi Ratna Ningrum di hadapan seluruh peserta Public Hearing di Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang di Jalan Ki Mangunsarkoro, belum lama ini.

Hadir pada kegiatan tersebut dari sejumlah institusi. Antara lain, BPOM, Kepolisian, akademisi, asosiasi usaha seperti Kadin dan masih banyak lagi. Acara tersebut berisi menyampaikan dan menerima usulan mengenai Raperda Pangan yang telah disusun Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Evi Ratna Ningrum menuturkan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang telah menyusun Raperda. Raperda Pangan yang sudah tersusun ini kemudian disampaikan kepada sejumlah institusi untuk menerima masukan dan saran.

“Setelah ini targetnya bisa masuk ke Dewan untuk bisa disahkan dan dimpelementasikan,” tuturnya.

Evi mengatakan, pihaknya mengundang para pelaku usaha yang terlibat dalam industri pangan. Mulai dari produsen sampai pangan bisa disajikan di atas meja makan.

Dikatakannya, tujuan dari Raperda ini adalah untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Dalam Raperda ini mengatur menjaga pangan tetap aman, higienis, bermutu, bergizi dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya, mencegah cemaran biologis, kimia dan benda lainnya yang membahayakan, meningkatkan pengawasan terhadap pangan dan lainnya.

Adapun, jenis pangan yang diatur meliputi usaha pangan segar dan usaha pangan olahan, jenis pangan segar meliputi pangan asal tumbuhan, pangan hasil hewan. Kemudian, jenis pangan olahan meliputi produksi makanan dan minuman dan pangan siap saji.

Sementara tempat usaha yang diatur dalam Raperda Pangan adalah meliputi pasar tradisional, pasar modern atau pasar swalayan, tempat pelelangan ikan, rumah potong hewan, rumah makan, kafe, bar, pedagang kaki lima, kantin sekolah, jasa boga dan katering, toko oleh-oleh makanan dan minuman, dan lainnya.

Ia menambahkan, tujuan dari dibuatnya Raperda adalah mewujudkan sistem keamanan pangan yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan gizi pangan bagi masyarakat. Selain itu, mewujudkan sistem produksi dan perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab. “Serta, terwujudnya perlindungan bagi masyarakat dalam bidang pangan,” terangnya. (El)