Home Ekbis Jalur Diubah Searah, Rute Angkutan Di Semarang Ikut Berubah

Jalur Diubah Searah, Rute Angkutan Di Semarang Ikut Berubah

Semarang, 1/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan pengaturan rute baru angkutan kota seiring dengan beberapa ruas jalan yang diubah menjadi satu arah.

“Kami sudah siapkan mekanisme rute baru untuk angkot dan angkutan umum lainnya,” kata Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Semarang Ambar Prasetyo di Semarang.

Pemerintah Kota Semarang menerapkan kebijakan jalan satu arah di beberapa ruas jalan yang selama ini rawan kemacetan untuk mengurangi penumpukan kendaraan yang menyebabkan macet.

Setidaknya sudah ada empat jalan yang diubah menjadi searah, yakni Jalan Veteran, Jalan dr Kariadi, sebagian Jalan MT Haryono menuju Bangkong, dan sebagian Jalan Menteri Supeno.

Per 1 Februari 2017, penerapan ruas jalan satu arah ditambah di tiga jalan, yakni Jalan Gajahmada dan Jalan Adhmad Dahlan dari arah Simpang Lima, dan Jalan MH Thamrin menuju Pandanaran.

Ambar mengatakan mekanisme rute baru angkutan umum itu akan dimintakan persetujuan Organisasi Angkutan Darat (Organda), operator angkot, dan hasil survei keinginan masyarakat.

“Kami akan undang Organda dan operator angkot untuk membicarakan rute-rute baru ini karena di Jalan Gajahmada dan Jalan MH Thamrin banyak perkantoran, pusat perbelanjaan, dan sekolah,” katanya.

Namun, ia memastikan sebelum 1 Februari mendatang rute baru angkutan umum itu sudah bisa ditetapkan sehingga angkutan umum bisa beroperasi seperti biasa untuk melayani transportasi masyarakat.

Jangan sampai, kata dia, pelaksanaan sistem satu arah itu malah menghambat pengguna transportasi umum sehingga perubahan rute angkutan umum akan mengakomodasi kepentingan masyarakat.

“Angkutan umum dan BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang tetap bisa beroperasi melayani penumpang. Makanya, perubahan rute ini akan mengakomodir kepentingan seluruh pihak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Semarang Wasi Darono mengakui sejauh ini belum menerima undangan dari Dishub setempat untuk membahas perubahan rute angkot seiring jalur searah.

Ia mengatakan pengusaha angkot sebenarnya tidak mempermasalahkan jika memang ada perubahan rute seiring perubahan jalur-jalur menjadi searah, asalkan ada sosialisasi dari pemerintah.

“Ya, tentunya perubahan rute harus dibarengi dengan sosialisasi dari Dishub agar pengguna transportasi umum tidak bingung. Memang harus ada penyesuaian makanya harus disosialisasi,” katanya. (El)

Advertisements