Home News Update Jalin Keakraban, DPRD Jateng Gelar Halal bi Halal

Jalin Keakraban, DPRD Jateng Gelar Halal bi Halal

Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi menyalami anggota dan karyawan di lingkungan DPRD Jateng dalam halal bi halal keluarga besar DPRD Jateng.

Semarang, 18/7 (BeritaJateng.net) – Untuk lebih mendekatkan dan mengakrabkan, DPRD Jawa Tengah menggelar halal hi halal bersama keluarga besarnya di aula lantai IV DPRD Jateng, Senin (18/7/2016). Hasir dalam acara tersebut Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi, pimpinan dewan, pimpinan fraksi dan komisi berserta ibu, karyawan di lingkungan DPRD Jateng.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi mengatakan, halal bi halal hang digelar DPRD Jateng ini bukan hanya sebagai ceremonial belaka, melainkan sebagai sarana untuk saling memaafkan.

“Selama ini, tanpa sengaja ataupun disengaja, sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, maka moment halal bi halal ini sebagai sarana silaturahim dan saling memaafkan,” ujar Rukma.

Senada dengan Rukma, Mubaligh yang dihadirkan Arja Imroni mengatakan, halal bi halal merupakan momen yang baik untuk saling memaafkan sesama hamba Allah. Halal bi halal merupakan momentum untuk menghapuskan dosa sesama.

“Karena dosa kepada Allah sangat gampang untuk mendapatkan ampunan. Sebagai orang Islam, ampunan dosa dari Allah cukup melaksanakan perintah Allah, Allah pasti akan menghapus dosa-dosa kita,” ujar ulama dari UIN Walisongo Semarang ini.

Arja mengibaratkan, untuk mendapatkan ampunan dari Allah, sebagai orang Islam cukup melaksanakan rukum Islam. Sahadat misalnya, dengan meyakini adanya Allah dan Rasul-Nya, Allah pasti melebur dosa hamba-Nya.

“Selain sahadat, kita diwajibkan sholat lima waktu, sholat merupakan sarana penghapusan dosa harian manusia. Dengan sholat lima waktu secara benar, maka diibaratkan orang yang mandi sehari lima kali, tidak ada kotoran yang menempel di tubuh kita, maka dengan sholat lima waktu, maka dosa kita akan hilang pada hari itu,” tambahnya.
Kemudian sebagai orang Islam diwajibkan untuk berpuasa, puasa adalah sarana penghapusan dosa manusia yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan berupasa yang benar, maka dosa-dosa terdahulu akan dilebur oleh Allah.

Karyawan dan pimpinan DPRD Jateng bersalam-salaman dalam halal bi halal DPRD Jateng.
Karyawan dan pimpinan DPRD Jateng bersalam-salaman dalam halal bi halal DPRD Jateng.

“Kemudian zakat dan haji. Rukun Islam merupakan sarana penghapusan dosa manusia terhadap Allah, intinya dosa kita kepada Allah akan mudah mendapatkan ampunan,” ujarnya.

Pertanyaanya adalah, kenapa ada halal bi halal ? karena untuk mendapatkan ampunan dari sesama tidak semudah seperti mendapatkan ampunan dari Allah, butuh kerelaan, keikhlasan dan lainnya dari sesama.

“Banyak dosa yang kita perbuat kepada orang lain, belum tentu orang yang kita sakiti memberikan maaf, ampunan kepada kita, makanya halal bi halal seperti ini merupakan sarana penghapusan dosa kepada sesama,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut Irja mengatakan, silaturahim ke sesama tidak cukup hanya dengan Whatsapp atau BBM, peleburan dosa sesama harus dilaksanakan melalui silaturahim, bertemu dan tatap muka, karena dengan silaturahim, selama kita berjabat tangan dan belum dilepaskan jabat tangannya, maka dosa-dosa kita terhadap sesama akan rontok dengan sendirinya. Inilah pentingnya silaturahim, halal bi halal,” ujarnya lagi.

Dengan begitu lanjut Irja, dosa-dosa terhadap sesama akan diampuni sebagaimana Allah mengampuni dosa-dosa manusia terhadap Allah.

“Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa, syaratnya hanya satu yakni kita mengubur dalam-dalam kesalahan dan kejelekan orang lain, tidak mengungkit-ngungkit kesalahan lagi, maka kelak kita akan menjadi Hamba Allah yang bersih dari dosa,” pungkasnya. (BJ)