Home Lintas Jateng Jalan Tembus Tawangmangu-Magetan Rawan Longsor

Jalan Tembus Tawangmangu-Magetan Rawan Longsor

longsor-2

Karanganyar, 28/2 (BeritaJateng.net) – Wilayah Kabupaten Karanganyar memang rawan terjadi longsor. Karena wilayahnya persis di lereng gunung Lawu. Sejak akhir Desember 2014 samapi awal Februari sudah tiga kali terjadi longsor di sepanjang jalan tembus Tawangmangu-Magetan.  

Selama musim penghujan kawasan jalan tembus yang menghubungkan wilayah Tawangmangu – Magetan masih sering terjasi longsor meskipun berupa reruntuhan batu kecil. Longsoran besar terjadi akhir Desember 2014 yang menyisakan batu ukuran  besar di badan jalan.

Meski longsor susulan masih sering terjadi dengan  ukuran longsoran yang lebih kecil berasal dari tebing yang berada di sepanjang jalan tembus, namun sangat berbahaya. Terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Gading, warga Blumbang, Gondosuli menjelaskan jika jalur tersebut sering terjadi longsoran meskipun hanya berupa kerikil dan tanah yang merah yang longsor dari bagian pinggir tebing. Yang lebih berbahaya lagi jalur tersebut tidak ada penerangan jalan sama sekali. Sehingga sangat rawan bagi pengendara karena kondisinya sangat gelap. 

“Justru yang kecil dan berupa tanah itu yang membuat jalanan menjadi licin terutama saat terjadi hujan. Terlebih lagi banyak tikungan tajam di jalur tersebut akibatnya banyak sepeda motor yang jatuh karena licinnya jalan,” jelasnya kepada beritajateng.net di Karanganyar Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2015).

Gading mengungkapkan meski pihak Kepolisian sudah menutup jalur tersebut dengan  memasang barikade tanda rawan longsor, namun tetap saja ada pengguna jalan yang lewat. Sebab jalan tembus tersebut meski medannya berkelak-kelok namun tanjakan tidak begitu tajam di bandingkan jalur lama. 

“Karena kasihan banyak yang jatuh maka warga memasang batu besar di tengah jalan untuk menandai jalan rawan longsor. Biar pengendara juga berhati-hari,” lanjutnya.

Gading menjelaskan, sisa longsoran batu pada akhir tahun kemarin masih bertebaran di badan jalan. Ada juga batu besar yang belum bisa di pindah, harus menggunakan alat berat untuk menggeser batu tersebut. (BJ24)