Home Ekbis Jalan Pemuda Jadi Satu Arah, Banyak Penumpang BRT Bingung

Jalan Pemuda Jadi Satu Arah, Banyak Penumpang BRT Bingung

SEMARANG, 18/2 (BeritaJateng.net) – Pemberlakuan jalan searah di zona empat, yakni Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean, Jalan Pemuda, hari pertama, Jumat (17/2) membuat sejumlah pengendara maupun warga penumpang Bus Rapid Transit (BRT) kebingungan.

Berdasarkan pantauan BeritaJateng.net, alur perubahan jalur satu arah ini yakni mulai masuk Jalan Imam Bonjol, Jalan Piere Tendean, kemudian memutar masuk ke Jalan Pemuda – Tugu Muda, terpantau tidak terjadi kemacetan. Tetapi arus lalu-lintas padat merayap di jam-jam sibuk. Terutama saat jam berangkat kerja dan jam pulang kerja sore hari.

Hal yang cukup membuat warga kebingungan soal rute BRT. Memang, seharusnya rute BRT menyesuaikan perubahan jalur tersebut. Tetapi di hari pertama, diduga banyak sopir BRT yang belum menyesuaikan rute tersebut. Sehingga para penumpang yang bertujuan di Jalan Pemuda ada yang diturunkan di Shelter Jalan Imam Bonjol. Karena BRT tersebut setelah melintasi Jalan Piere Tendean tidak memutar ke Jalan Pemuda terlebih dahulu, alias langsung Bablas menuju ke arah Johar.

“Saya diturunkan di Shelter Jalan Imam Bonjol. Kemudian saya jalan kaki, lewat gang menuju Jalan Pemuda,” kata Dewi, 30, salah seorang pekerja yang berkantor di Jalan Pemuda.

Dikatakannya, jika rute BRT tidak melewati Jalan Pemuda, tentunya ini tidak efektif. Misalnya BRT tersebut melewati Jalan Piere Tendean, kemudian memutar masuk ke Jalan Pemuda sekalipun tetap saja membutuhkan waktu cukup lama. “Boros waktu,” katanya.

Atas diberlakukannya jalan searah zona empat mengakibatkan Shelter BRT di depan SMAN 5 Jalan Pemuda No 143, menganggur. Shelter tersebut sebelumnya digunakan bagi penumpang yang menunggu BRT dari arah Tugu Muda. Meski sudah diberlakukan satu arah dan Shelter tersebut tidak dilewati BRT, tampaknya masih ada calon penumpang, yakni dua ibu-ibu yang mangkal di Shelter tersebut untuk menunggu BRT.  “Bu, BRT-nya sekarang tidak lewat sini,” ujar salah seorang pria pejalan kaki memberi tahu ibu-ibu tersebut.

Kemudian, pria tersebut menjelaskan kepada kedua calon penumpang BRT tersebut untuk berjalan kaki menuju Jalan Piere Tendean. “Saya belum tahu perubahan rute BRT, saya kira masih lewat sini,” kata salah satunya.

M Daffa Firdaus, siswa SMAN 5 Semarang mengatakan, para siswa SMA 5 yang naik BRT turunnya di Jalan Imam Bonjol, kemudian berjalan kaki lewat gang jalan tembus menuju Jalan Pemuda. “Ya kurang praktis sih,” katanya ditemui di depan sekolahnya.

Hal itu juga dibenarkan siswi lain, Ninis dan Aini, banyak teman-temannya turun di Jalan Imam Bonjol. “Teman-teman banyak yang mengeluh karena harus jalan kaki lumayan jauh. Tapi kalau mau pulang bisa naik di Shelter depan Hotel Amaris,” imbuhnya.

Sedangkan menurut pria yang sering menyeberangkan siswa SMAN 5, penumpang yang diturunkan di Jalan Imam Bonjol, bisa jalan kaki menuju Jalan Pemuda lewat gang jalan tembus. “Tetapi kalau males jalan kaki ya naik becak, atau ojek. Hari ini, banyak yang lewat jalan tembus itu,” katanya. (El)

Advertisements