Home Headline Jaksa Agung Bisa Dituntut Jika Eksekusi Rodrigo

Jaksa Agung Bisa Dituntut Jika Eksekusi Rodrigo

eksekusi mati

Semarang, 26/2 (beritajateng.net) – Jika Jaksa Agung mengeksekusi terpidana mati kasus peredaran gelap narkoba asal Brasil bernama Rodrigo, Jaksa Agung bisa dituntut pembunuhan karena yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.

Praktisi hukum Theodorus Yosep Parera mengatakan, sebaiknya eksekusi terpidana mati Rodrigo tidak dilakukan karena yang bersangkutan sedang dalam gangguan kejiwaan. 

Sesuai undang – undang yang ada pada Pasal 44 KUHP mulai ayat 1 sampai 3, diatur bahwa seseorang tidak dapat dituntut alias dieksekusi jika mengalami gangguan kejiwaan.

“Sebaiknya haus dilakukan PK (peninjauan kembali) ulang. Saya bukan melarang (eksekusi mati Rodrigo), tapi hati – hati semua atas dasar undang –undang. Saya sebagai warga negara Indonesia akan malu jika sampai bangsa asing ngomong Jaksa Agung tidak paham undang – undang,” Imbuhnya.

Parera menambahkan, eksekusi terpidana mati untuk yang lain tidak masalah. Dari hasil pemeriksaan oleh Psikiater sebelum dieksekusi mati menyatakan sedang gangguan kejiwaan, harusnya mendapatkan perawatan di rumah jiwa,” jelasnya.

Lebih lanjut dari hasil pemeriksaan, Rodrigo tidak bisa dieksekusi karen korban kartel narkoba, sejak usia 16 tahun sudah mengalami gangguan kejiwaan.

Yosep memprediksi, jika Rodrigo akhirnya dieksekusi maka bisa berbuntut panjang.

“Brasil bisa menuntut Jaksa Agung dengan pidana pembunuhan. Kalau polisinya (penembak mati) tidak bisa dipidana,” tandasnya. (BJ04)