Home Ekbis Izin Usaha Golongan Mikro Cukup di Kecamatan

Izin Usaha Golongan Mikro Cukup di Kecamatan

Menteri Koperasi, Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga
Menteri Koperasi, Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga
Menteri Koperasi, Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga

Medan, 20/2 (BeritaJateng.net) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga menegaskan izin usaha untuk golongan mikro dan kecil mulai tahun ini dipermudah cukup dikeluarkan oleh camat dan gratis.

“Tujuannya hanya untuk memberikan kemudahan kepada UMK (usaha miko kecil) sehingga diharapkan bisa lebih berkembang dengan cepat,” katanya di Medan, Jumat.

Dia mengatakan hal itu, dalam acara “Wirausaha Muda Mandiri Goes to Pesantren Spirit Memakmurkan Negeri” di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Jalan Pelajar, Medan.

Menurut dia, izin usaha untuk kelompok mikro dan kecil itu nantinya juga akan dilengkapi dengan semacam izin juga dari Bank Indonesia yang nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan kemudahan kredit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Diyakini perizinan yang mudah itu bisa diberlakukan sesegera mungkin karena Kementerian Koperasi dan UKM sudah melakukan MoU dengan Kemendagri,” katanya.

Daerah yang pertama melakukan perizinan dari kecamatan itu adalah di Bali bulan Februari ini juga dan diharapkan akan diikuti daerah lain termasuk Sumut.

Dengan izin dipermudah dan pendanaan kredit diperbanyak serta suku bunga kredit akan diturunkan, diharapkan UMKM, termasuk koperasi di Indomesia bisa berkembang pesat.

“Semuanya itu dilakukan untuk mendorong bertumbuhnya jumlah wirausahawan di Indonesia yang dewasa ini masih sangat rendah dibandingkan di luar negeri,” katanya.

Jumlah wirausahawan di Indonesia baru 1,65 persen, sedangkan di Singapura dan Malaysia yang penduduknya lebih sedikit sudah tinggi atau masing-masing 7 persen dan 5 persen.

“Untuk menjadi maju, Indonesia harus memiliki wirausahawan yang lebih banyak minimal dua persen,” kata Menkop dan UKM yang mantan Wagub Bali itu.

Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho yang hadir dalam acara itu mengakui perlunya terus didorong peningkatan jumlah pengusaha.

Dalam ajaran Islam-pun, kata Gubernur, disebutkan bahwa dari 10 pintu rezeki, sembilan di antaranya dari berusaha/berdagang.

Dia menyebutkan, jumlah koperasi di Sumut juga terus berkembang atau sudah mencapai 2,5 juta unit.

“Islam juga mengajari berinfaq/berzakat. Jadi tentunya umat Islam harus kaya dan untuk kaya perlu jadi pengusaha,” katanya.

Dia berharap para anak didik pesantren juga akan bisa jadi pengusaha.

Pemilik Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Ali Akbar Marbun, mengaku gembira dengan kedatangan Menkop dan UKM dan adanya bantuan dari Bank Mandiri.

Menurut dia, kehadiran Menteri Anak Agung Gede Ngurah Puspoyoga diharapkan semakin memberi spirit bagi santri untuk berfikir dan mewujudkan dirinya menjadi wirausahawan. (ant/BJ)