Home Hukum dan Kriminal Iwan Palsukan Resep Dokter Untuk Edarkan Obat Penenang

Iwan Palsukan Resep Dokter Untuk Edarkan Obat Penenang

image

Semarang 13/4 (Beritajateng.net)-Berbagai modus telah ditemukan pihak kepolisian terhadap pemakai dan pengedar narkoba. Segala cara dipakai untuk memuluskan niat itu. Kini Iwan Joko Santoso (31) warga Bongsari  Semarang Barat kedapatan menjual dan menyalahgunakan obat penenang jenis Riklona dengan memalsukan resep dokter untuk dijual lagi.

Ia ditangkap bersama pemakai bernama Slamet (23) warga Ngemplak, Simongan, Semarang Barat. Kepada polisi, pelaku mengaku telah memasukan resep tersebut dengan cara mengelabuhi petugas apotik dengan menggunakan resep palsu. Aksi itu dilakukan karena ia juga pernah periksa ke dokter RS Tugurejo untuk periksa penyakit ayan.

“Saya periksa ke RS Tugu dan dikasih resep obat itu. Untuk mendapatkan obat banyak resep itu saya palsu dan perbanyak, ” kata Iwan di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/4) Siang.

Iwan menambahkan sejak kecil memang mengkonsumsi obat tersebut karena menderita penyakit ayan. Namun karena teman kasih tahu kalau obat itu laku keras dijual lagi. Ia berpikir untuk mendapatkan resep obat itu untuk bisa menebus dan dijual lagi.”Saya tahu dari teman kalau resep obat itu dijual laku banyak. Maka dari itu saya lakukan itu selama enam bulan,”jelasnya.

Diketahui, Riklona adalah obat penenang untuk penderita penyakit Ayan, namun oleh oknum tak bertanggung jawab, obat tersebut sering disalahgunakan untuk dikonsumsi sebagai pil koplo. Obat yang diambilnya dari apotik dengan harga 65 ribu per 10 tablet, ia jual 25 ribu per tablet. Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang diperoleh Iwan dalam mengedarkan pil koplo tersebut. 

“Resepnya saya perbanyak dengan difotokopi. Nulisnya saya minta bantuan teman, ” imbuhnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan pelaku Iwan ini tergolong sangan nekat. Ia memanfaatkan resep dokter dengan memalsukan untuk mendapatkan obat yang edarkan dan disalah gunakan. 

“Pelaku ditangkap Jumat (10/4) lalu, ia ditangkap bersama pemakai bernama Slamet, ” ujarnya.

Bersamanya, petugas juga berhasil mengamankan 170 tablet obat jenis Riklona beserta resep palsu yang digunakan pelaku. Ia dijerat Pasal 60 ayat (2) UU RI No.5 tahun 1997, tentang Psikotropika, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan  denda 100 juta rupiah.(BJ04)