Home Lintas Jateng Ita : SKPD Harus Bergerak Cepat Merevitalisasi Kota Lama

Ita : SKPD Harus Bergerak Cepat Merevitalisasi Kota Lama

Tim BP2KL yang diketuai oleh Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan tinjauan lapangan untuk melihat kondisi sekaligus melakukan 'mapping' bangunan kota lama Semarang.

**Selain Perda RTBL, akan Dibuat SK untuk proses cepat revitalisasi Kota Lama

SEMARANG, 29/5 (BeritaJateng.net) – Setelah melakukan pendataan dan pertemuan dengan pemilik gedung tua di Kota Lama Semarang dan dilanjut pembahasan Detail Engeneering Desaign (DED) Kota Lama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) pekan kemarin, Wakil Walikota Semarang sekaligus ketua Tim Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL), Hevearita G. Rahayu mengajak semua SKPD terkait revitalisasi Kota Lama untuk bekerja cepat.

Ita, sapaan Wakil Walikota berharap SKPD untuk memperhatikan kembali grand desaign yang sudah dibuat sejak 2013 lalu. Masing-masing SKPD akan tahu apa yang akan diperbuat dan diselesaikan melalui grand desaign tersebut.

“Pendataan sudah kita lakukan, pemilik gedung sudah siap. Tinggal SKPD segera bekerja sesuai grand desaign yang dibuat, jangan sampai semangat merevitalisasi ini menurun,” paparnya saat ditemui wartawan BeritaJateng.net di ruang kerja Wakil Walikota.

Ita menjelaskan, target pertama adalah pembersihan dahulu sudut-sudut Kota Lama yang kumuh mulai dari PKL, drainase selokan, dan penghuni liar bangunan lama. Dinas PJPR sudah dilibatkan untuk memasang penerangan jalan dengan lampu kuning putih, dinas lainnya yakni Bina Marga untuk pemetaan mana akses jalan dan pedestarian. Dinas terkait lainnya diharapkan segera melakukan gerakan yang sama.

“Kami optimis, karena payung hukum kita sudah ada yakni Perda No.8 tahun 2003 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kota Lama, semua sudah diatur tinggal di jalankan,” tambahnya.

Pihaknya juga menekankan dengan Perda No.8 2013, agar SKPD terkait tak perlu ragu untuk menindak selama penertiban, baik PKL, penghuni liar atau pelanggaran pemanfaatan fungsi bangunan lama. Karena, dibandingkan dengan penataan Kota Tua Jakarta justru di Kota Lama Semarang lebih mudah lantaran ada pemilik gedung yang jelas dan tak sesemrawut di Kota Tua Jakarta.

“Saat studi banding, justru Kota Tua Jakarta para pemilik gedung susah ditelusuri dan banyak pemukim liar yang menempati gedung tua. Tapi mereka bisa menata, lha ini Kota Lama lebih mudah lagi karena pemilik gedung ada dan pemukim liar sudah tak ada lagi. Saya targetkan akhir tahun SKPD harus membersihkan dulu,” tandasnya.

Rencananya di bulan Juni semua time table SKPD terkait revitalisasi Kota Lama akan sudah dipaparkan. Setelahnya akan dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) untuk melaksanakan bagiannya masing-masing.

“Agar SKPD lebih aman dan nyaman dalam bekerja, dalam waktu dekat kami siapakan payung hukum berupa Surat Keputusan (SK) pendukung Perda,” tukasnya. (Bj05)